وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَىٰ

Dan sesungguhnya Aku pengampun bagi yang bertobat, beriman, dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَإِنِّي لَغَفَّارٌwa-innii la-ghaffaarundan sesungguhnya Aku pengampun
  2. لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًاli-man taaba wa-aamana wa-'amila shaalihanbagi yang bertobat, beriman, dan berbuat kebajikan
  3. ثُمَّ اهْتَدَىٰtsumma htadaakemudian tetap dalam petunjuk

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَإِنِّيwa-inniidan sesungguhnya Aku
  2. لَغَفَّارٌla-ghaffaarunbenar-benar Maha Pengampun
  3. لِمَنْli-manbagi orang yang
  4. تَابَtaababertobat
  5. وَآمَنَwa-aamanadan beriman
  6. وَعَمِلَwa-'amiladan beramal
  7. صَالِحًاshaalihankebajikan
  8. ثُمَّtsummakemudian
  9. اهْتَدَىٰhtadaamendapat petunjuk

Inti bacaan

Jalur pengampunan dijelaskan dengan urutan empat langkah: bertobat, beriman, berbuat kebajikan, kemudian 'tetap dalam petunjuk', pengampunan bukan hanya tentang momen perubahan, melainkan konsistensi berkelanjutan sesudahnya. Konkretnya: pemulihan sejati membutuhkan bukan hanya momen perubahan awal (tobat, iman, kebajikan) tetapi juga konsistensi mempertahankan arah yang benar setelahnya, kekambuhan setelah perbaikan awal adalah risiko nyata yang perlu diwaspadai secara aktif.

Penjelasan pilihan kata

'Pengampun' (ghaffaarun): bentuk tak-takrif, dipertahankan tanpa kata 'Maha' sesuai konvensi yang berlaku sepanjang teks untuk gelar dalam bentuk ini.

Tafsiran

Ayat ini menyeimbangkan peringatan keras sebelumnya dengan jalan keluar yang jelas: empat tahap berurutan (tobat, iman, kebajikan, tetap dalam petunjuk) yang menunjukkan pengampunan bukan sekadar penghapusan kesalahan sesaat, melainkan proses berkelanjutan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut diri-Nya pengampun lebih dahulu, dan syaratnya menyusul sesudah itu. Urutan penyebutannya sendiri sebuah pesan. Yang dibaca orang pertama kali sifat yang mengampuni, bukan daftar yang harus dipenuhi.
  • Allah berbicara dengan kata Aku di ayat ini, bukan lewat sebutan orang ketiga. Janji itu disampaikan langsung tanpa perantara. Sesuatu yang diucapkan sendiri oleh yang berjanji terdengar berbeda dari kabar tentang janji yang sama.
  • Allah tidak menyebutkan batas berapa kali pintu itu boleh diketuk. Yang disebutkan syaratnya, bukan jatahnya. Orang yang sudah berkali-kali gagal biasanya berhenti bukan karena pintunya tertutup, melainkan karena mengira ada hitungannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Pengampun” diterjemahkan “pengampun”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'ghaffaar' indefinit (tanpa kata sandang). ghaffaar (intensif fa'aal) diterjemahkan 'pengampun'.