وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَىٰ
Dan sesungguhnya Aku pengampun bagi yang bertobat, beriman, dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِنِّي لَغَفَّارٌwa-innii la-ghaffaarundan sesungguhnya Aku pengampun
- لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًاliman taaba wa-aamana wa-amila saalihanbagi yang bertobat, beriman, dan berbuat kebajikan
- ثُمَّ اهْتَدَىٰtsumma htadaakemudian tetap dalam petunjuk
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Pengampun” diterjemahkan “pengampun”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. sebagian penerjemah: 'And I am all-forgiving1 towards him who repents and believes and works righteousness; then is he guided.' Corpus ayat ini: «gaf~aArN, INDEFINIT». ghaffaar (intensif fa'aal) diterjemahkan 'pengampun' (intensitas tak ditandai, putusan Pak FD; bebas 'Maha').
Aplikasi
Jalur pengampunan dijelaskan dengan urutan empat langkah: bertobat, beriman, berbuat kebajikan, KEMUDIAN 'tetap dalam petunjuk', pengampunan bukan hanya tentang momen perubahan, melainkan konsistensi berkelanjutan sesudahnya. Konkretnya: pemulihan sejati membutuhkan bukan hanya momen perubahan awal (tobat, iman, kebajikan) tetapi juga konsistensi mempertahankan arah yang benar setelahnya, kekambuhan setelah perbaikan awal adalah risiko nyata yang perlu diwaspadai secara aktif.