قَالَ فَإِنَّا قَدْ فَتَنَّا قَوْمَكَ مِنْ بَعْدِكَ وَأَضَلَّهُمُ السَّامِرِيُّ
Dia berkata, “Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan, dan Samiri telah menyesatkan mereka.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ فَإِنَّا قَدْ فَتَنَّا قَوْمَكَ مِنْ بَعْدِكَqaala fa-innaa qad fatannaa qawmaka min ba'dikaDia berkata, maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan
- وَأَضَلَّهُمُ السَّامِرِيُّwa-adhallahumu s-saamiriyyudan Samiri telah menyesatkan mereka
Terjemahan per kata (9 kata)
- قَالَqaalaberkata
- فَإِنَّاfa-innaamaka sesungguhnya Kami
- قَدْqadsungguh
- فَتَنَّاfatannaaKami menguji
- قَوْمَكَqawmakakaummu
- مِنْmindari
- بَعْدِكَba'dikasesudahmu
- وَأَضَلَّهُمُwa-adhallahumudan menyesatkan mereka
- السَّامِرِيُّs-saamiriyyuSamiri
Inti bacaan
Kabar mengejutkan disampaikan segera: 'Kami telah menguji kaummu. Samiri telah menyesatkan mereka', informasi penting (bahkan yang buruk) disampaikan langsung tanpa ditunda, memberi kesempatan segera untuk merespons.
Penjelasan pilihan kata
'Samiri' disebut sebagai nama tanpa penjelasan tambahan tentang siapa dirinya atau asal-usulnya: teks membiarkan identitasnya seperti apa adanya, tanpa rincian lebih jauh.
Tafsiran
Berita yang disampaikan ini langsung mematahkan kegembiraan Musa dari ayat sebelumnya: ketergesaannya menuju Tuhannya ternyata bersamaan dengan penyesatan besar yang terjadi di antara kaumnya sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut peristiwa itu ujian. Bukan kelalaian. Yang terjadi diberi nama sebelum sebabnya disebut.
- Nama Samiri disebut tanpa keterangan siapa dia. Dibiarkan begitu. Yang penting perbuatannya, bukan riwayatnya.
- Allah menyampaikan kabar buruk itu segera. Tepat sesudah Musa menjawab tentang ketergesaannya. Jawaban tentang tergesa disusul akibat dari tergesa itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, f-t-n, q-w-m, b-'-d, d-l-l, s-m-r): fatannaa diterjemahkan 'menguji (mencoba)' (akar f-t-n); adallahumu diterjemahkan 'menyesatkan mereka' (akar d-l-l putaran 78). Selaras.