قَالُوا مَا أَخْلَفْنَا مَوْعِدَكَ بِمَلْكِنَا وَلَٰكِنَّا حُمِّلْنَا أَوْزَارًا مِنْ زِينَةِ الْقَوْمِ فَقَذَفْنَاهَا فَكَذَٰلِكَ أَلْقَى السَّامِرِيُّ

Mereka berkata, “Kami tidak melanggar perjanjianmu atas kemauan kami sendiri, tetapi kami dibebani beban-beban dari perhiasan kaum itu, lalu kami melemparkannya; maka demikian pula Samiri melemparkan.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قَالُوا مَا أَخْلَفْنَا مَوْعِدَكَ بِمَلْكِنَاqaaluu maa akhlafnaa maw'idaka bi-malkinaamereka berkata, kami tidak melanggar perjanjianmu atas kemauan kami sendiri
  2. وَلَٰكِنَّا حُمِّلْنَا أَوْزَارًا مِنْ زِينَةِ الْقَوْمِwa-laakinnaa hummilnaa awzaaran min ziinati l-qawmitetapi kami dibebani beban-beban dari perhiasan kaum itu
  3. فَقَذَفْنَاهَا فَكَذَٰلِكَ أَلْقَى السَّامِرِيُّfa-qadzafnaahaa fa-ka-dzaalika alqaa s-saamiriyyulalu kami melemparkannya, maka demikian pula Samiri melemparkan

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. قَالُواqaaluumereka berkata
  2. مَاmaatidaklah
  3. أَخْلَفْنَاakhlafnaakami menyalahi
  4. مَوْعِدَكَmaw'idakajanjimu
  5. بِمَلْكِنَاbi-malkinaadengan kehendak kami
  6. وَلَٰكِنَّاwa-laakinnaatetapi Kami
  7. حُمِّلْنَاhummilnaakami dibebani
  8. أَوْزَارًاawzaaranbeban
  9. مِنْmindari
  10. زِينَةِziinatiperhiasan
  11. الْقَوْمِl-qawmikaum
  12. فَقَذَفْنَاهَاfa-qadzafnaahaamaka Kami meniupkan ke dalamnya
  13. فَكَذَٰلِكَfa-ka-dzaalikamaka demikianlah
  14. أَلْقَىalqaamelemparkan
  15. السَّامِرِيُّs-saamiriyyuSamiri

Inti bacaan

Pembelaan diri kaumnya: 'kami tidak melanggar perjanjianmu atas kemauan kami sendiri', upaya melepaskan tanggung jawab dengan menyalahkan beban eksternal (perhiasan) dan pihak lain (Samiri), sebuah pola rasionalisasi yang perlu dikenali dan dievaluasi kritis.

Penjelasan pilihan kata

'Beban-beban' (awzaaran) di sini merujuk pada perhiasan yang mereka bawa: sebuah kata yang sama akarnya dengan 'beban' yang akan muncul kembali di 20:100 untuk konsekuensi dosa pada hari Kiamat.

Tafsiran

Jawaban kaum Musa ini menempatkan tanggung jawab pada situasi yang mereka hadapi sekaligus pada Samiri: mereka mengakui melemparkan perhiasan, namun mengklaim tindakan Samiri sesudahnya sebagai hal yang terpisah dari perbuatan mereka sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam mereka berkata tidak melanggar atas kemauan sendiri. Yang disangkal niatnya. Pembelaan yang dimulai dari menyangkal kehendak sedang mencari tempat lain untuk menaruh sebabnya.
  • Allah merekam mereka menyebut dibebani perhiasan kaum itu, lalu melemparkannya. Perhiasan disebut beban. Yang dilepas digambarkan sebagai keterpaksaan, padahal yang dilempar ke api itu milik mereka.
  • Kalimat terakhir mereka menunjuk Samiri melakukan hal yang sama. Perbuatan sendiri diterangkan dengan menyebut orang lain. Yang dicari bukan alasan, melainkan teman dalam perbuatan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, kh-l-f, w-'-d, m-l-k, h-m-l, w-z-r, z-y-n, q-w-m, q-dz-f, l-q-y, s-m-r): akhlafnaa diterjemahkan 'melanggar' (akar kh-l-f); bi-malkinaa diterjemahkan 'atas kemauan (kuasa) kami' (akar m-l-k); hummilnaa awzaaran diterjemahkan 'dibebani beban-beban' (akar h-m-l + akar w-z-r); qadhafnaahaa diterjemahkan 'melemparkannya' (akar q-dz-f). gloss '(dengan)/(Fir'aun)/(ke dalam perapian)' + footnote dibuang.