أَفَلَا يَرَوْنَ أَلَّا يَرْجِعُ إِلَيْهِمْ قَوْلًا وَلَا يَمْلِكُ لَهُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا
Maka tidakkah mereka melihat bahwa ia tidak mengembalikan perkataan kepada mereka, dan tidak menguasai mudarat maupun manfaat bagi mereka?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَفَلَا يَرَوْنَ أَلَّا يَرْجِعُ إِلَيْهِمْ قَوْلًاa-fa-laa yarawna allaa yarji'u ilayhim qawlanmaka tidakkah mereka melihat bahwa ia tidak mengembalikan perkataan kepada mereka
- وَلَا يَمْلِكُ لَهُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًاwa-laa yamliku lahum darran wa-laa naf'andan tidak menguasai mudarat maupun manfaat bagi mereka
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar r-a-y, r-j-', q-w-l, m-l-k, d-r-r, n-f-'): laa yarji'u qawlan diterjemahkan 'tidak mengembalikan perkataan (menjawab)' (akar r-j-' + akar q-w-l); laa yamliku darran wa laa naf'an diterjemahkan 'tidak menguasai mudarat maupun manfaat', akar m-l-k (MLK; ketakberdayaan tuhan palsu, sepola 7:188/10:49). gloss '(patung anak sapi itu)' dibuang.
Aplikasi
Kritik logis sederhana yang seharusnya jelas: patung tersebut 'tidak mengembalikan perkataan... tidak menguasai mudarat maupun manfaat', uji dasar kelayakan penyembahan (kemampuan merespons dan memberi manfaat) diabaikan begitu saja dalam euforia kolektif.