أَفَلَا يَرَوْنَ أَلَّا يَرْجِعُ إِلَيْهِمْ قَوْلًا وَلَا يَمْلِكُ لَهُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا
Maka tidakkah mereka melihat bahwa ia tidak mengembalikan perkataan kepada mereka, dan tidak menguasai mudarat maupun manfaat bagi mereka?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَفَلَا يَرَوْنَ أَلَّا يَرْجِعُ إِلَيْهِمْ قَوْلًاa-fa-laa yarawna allaa yarji'u ilayhim qawlanmaka tidakkah mereka melihat bahwa ia tidak mengembalikan perkataan kepada mereka
- وَلَا يَمْلِكُ لَهُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًاwa-laa yamliku lahum dharran wa-laa naf'andan tidak menguasai mudarat maupun manfaat bagi mereka
Terjemahan per kata (12 kata)
- أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
- يَرَوْنَyarawnamereka melihat
- أَلَّاallaabahwa tidak
- يَرْجِعُyarji'ukembali
- إِلَيْهِمْilayhimkepada mereka
- قَوْلًاqawlanperkataan
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَمْلِكُyamlikumemiliki
- لَهُمْlahumkepada mereka
- ضَرًّاdharranmudarat
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- نَفْعًاnaf'anmanfaat
Inti bacaan
Kritik logis sederhana yang seharusnya jelas: patung tersebut 'tidak mengembalikan perkataan. tidak menguasai mudarat maupun manfaat', uji dasar kelayakan penyembahan (kemampuan merespons dan memberi manfaat) diabaikan begitu saja dalam euforia kolektif.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini adalah komentar naratif yang membongkar langsung kekeliruan klaim di ayat sebelumnya: sebuah pertanyaan retoris yang menunjukkan ketakberdayaan total patung tersebut.
Tafsiran
Kritik ini menyasar inti masalah penyembahan berhala: benda yang tidak bisa menjawab, tidak bisa mencelakakan, dan tidak bisa memberi manfaat jelas tidak layak disembah, sebuah argumen yang sama dengan yang dipakai Ibrahim terhadap ayahnya di 19:42.
Renungan dan Hikmah
- Allah bertanya tidakkah mereka melihat bahwa ia tak mengembalikan perkataan. Ujiannya sesederhana itu. Yang disembah tak bisa menjawab sepatah kata pun.
- Yang kedua ia tak menguasai mudarat maupun manfaat. Dua arah, dua-duanya nol. Sesuatu yang tak bisa merugikan pun tak bisa menolong.
- Allah memakai pertanyaan, bukan penegasan. Jawabannya ada di depan mata mereka. Yang diminta memeriksa sendiri, bukan mempercayai keterangan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-a-y, r-j-', q-w-l, m-l-k, d-r-r, n-f-'): laa yarji'u qawlan diterjemahkan 'tidak mengembalikan perkataan (menjawab)' (akar r-j-' + akar q-w-l); laa yamliku darran wa laa naf'an diterjemahkan 'tidak menguasai mudarat maupun manfaat', akar m-l-k (MLK; ketakberdayaan tuhan palsu, sepola 7:188/10:49). gloss '(patung anak sapi itu)' dibuang.