أَلَّا تَتَّبِعَنِ ۖ أَفَعَصَيْتَ أَمْرِي
dari mengikutiku? Apakah engkau melanggar perintahku?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَلَّا تَتَّبِعَنِallaa tattabi'anidari mengikutiku
- أَفَعَصَيْتَ أَمْرِيa-fa-'ashayta amriiapakah engkau melanggar perintahku
Terjemahan per kata (4 kata)
- أَلَّاallaabahwa tidak
- تَتَّبِعَنِtattabi'aniengkau mengikutiku
- أَفَعَصَيْتَa-fa-'ashaytaapakah engkau mendurhakai
- أَمْرِيamriiurusanku
Inti bacaan
Tuduhan langsung: 'Apakah engkau melanggar perintahku?', kemarahan Musa awalnya diarahkan pada saudaranya sendiri sebelum memahami konteks penuh situasi yang dihadapinya.
Penjelasan pilihan kata
Tuduhan Musa berlanjut dengan pertanyaan tentang ketaatan: sebuah tuduhan yang akan segera dijawab Harun dengan penjelasan tentang alasan tindakannya, bukan penyangkalan.
Tafsiran
Pertanyaan beruntun Musa ini menempatkan Harun dalam posisi harus membela diri: sebuah situasi yang segera direspons Harun bukan dengan balik menyalahkan, melainkan dengan penjelasan tentang pertimbangannya sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Musa bertanya beruntun kepada saudaranya. Tanpa jeda. Kemarahannya keluar dalam bentuk pertanyaan, bukan pukulan kata.
- Yang ia tuduhkan melanggar perintahnya. Bukan gagal. Perkaranya diangkat sebagai soal kepatuhan, bukan soal kemampuan.
- Allah merekam kemarahan itu diarahkan kepada saudaranya lebih dahulu. Bukan kepada Samiri. Yang paling dekat yang pertama ditanyai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar t-b-', '-s-y, a-m-r): tattabi'ani diterjemahkan 'mengikutiku' (akar t-b-'); asayta diterjemahkan 'melanggar (durhaka)' (akar '-s-y); amr diterjemahkan 'perintah' (akar '-m-r). gloss '(dan menyusul)' dibuang.