قَالَ يَا ابْنَ أُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِي وَلَا بِرَأْسِي ۖ إِنِّي خَشِيتُ أَنْ تَقُولَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِي
Ia berkata, “Wahai putra ibuku, janganlah engkau tarik janggutku dan kepalaku; sesungguhnya aku khawatir engkau akan berkata, ‘Engkau telah memecah belah Bani Israil dan tidak memelihara perkataanku.’”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- قَالَ يَا ابْنَ أُمَّqaala yaa bna ummaia berkata, wahai putra ibuku
- لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِي وَلَا بِرَأْسِيlaa ta'khudz bi-lihyatii wa-laa bi-ra'siijanganlah engkau tarik janggutku dan kepalaku
- إِنِّي خَشِيتُ أَنْ تَقُولَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِي إِسْرَائِيلَinnii khasyiitu an taquula farraqta bayna banii israa'iilasesungguhnya aku khawatir engkau akan berkata, engkau telah memecah belah Bani Israil
- وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِيwa-lam tarqub qawliidan tidak memelihara perkataanku
Terjemahan per kata (20 kata)
- قَالَqaalaberkata
- يَاyaawahai
- ابْنَbnaputra
- أُمَّummainduk
- لَاlaajanganlah
- تَأْخُذْta'khudzengkau ambil
- بِلِحْيَتِيbi-lihyatiijanggutku
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- بِرَأْسِيbi-ra'siikepalaku
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- خَشِيتُkhasyiituaku takut
- أَنْanbahwa
- تَقُولَtaquulaengkau berkata
- فَرَّقْتَfarraqtaengkau memecah belah
- بَيْنَbaynadi antara
- بَنِيbaniiBani
- إِسْرَائِيلَisraa'iilaIsrail
- وَلَمْwa-lamdan tidak
- تَرْقُبْtarqubengkau memelihara
- قَوْلِيqawliiperkataanku
Inti bacaan
Penjelasan Harun yang bijaksana: khawatir dituduh 'memecah belah Bani Israil' jika bertindak terlalu keras, pertimbangan matang antara menegakkan kebenaran secara tegas versus menjaga persatuan komunitas yang sudah rapuh, sebuah dilema kepemimpinan yang nyata. Konkretnya: pemimpin terkadang menghadapi dilema nyata antara menindak kesalahan secara tegas dan menjaga persatuan kelompok yang rapuh, memahami pertimbangan di balik keputusan seseorang (sebelum menghakimi) adalah kebijaksanaan yang perlu dipraktikkan.
Penjelasan pilihan kata
'Putra ibuku': sapaan yang menekankan ikatan darah di tengah momen ketegangan ini, sebuah pengingat kelembutan hubungan mereka meski situasinya penuh amarah.
Tafsiran
Penjelasan Harun mengungkap dilema yang dihadapinya: bertindak keras berisiko memecah belah Bani Israil lebih jauh, sebuah pertimbangan yang menempatkannya dalam posisi sulit antara mencegah penyembahan berhala dan menjaga persatuan kaum.
Renungan dan Hikmah
- Harun menjelaskan pertimbangannya menahan diri bukan sebagai pembenaran atas kesalahan, melainkan sebagai kekhawatiran nyata akan akibat yang lebih besar, dilema antara dua tindakan yang sama-sama berisiko.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, b-n-y, a-m-m, a-kh-dz, l-h-y, r-a-s, kh-sh-y, f-r-q, b-y-n, r-q-b): lihyah diterjemahkan 'janggut'; khashiitu diterjemahkan 'aku khawatir' (akar kh-sh-y); farraqta diterjemahkan 'memecah belah' (akar f-r-q); lam tarqub diterjemahkan 'tidak memelihara (mengindahkan)' (akar r-q-b). gloss '(kepadaku)/(pula engkau jambak rambut)' dibuang.