قَالَ فَمَا خَطْبُكَ يَا سَامِرِيُّ
Ia berkata, “Maka apa urusanmu, wahai Samiri?”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالَ فَمَا خَطْبُكَ يَا سَامِرِيُّqaala fa-maa khathbuka yaa saamiriyyuia berkata, maka apa urusanmu, wahai Samiri
Terjemahan per kata (5 kata)
- قَالَqaalaberkata
- فَمَاfa-maamaka apa
- خَطْبُكَkhathbukaurusanmu
- يَاyaawahai
- سَامِرِيُّsaamiriyyuSamiri
Inti bacaan
Pertanyaan langsung kepada pelaku utama: 'apa urusanmu, wahai Samiri?', konfrontasi personal dengan sumber masalah, memberi kesempatan menjelaskan sebelum konsekuensi dijatuhkan.
Penjelasan pilihan kata
Musa beralih dari Harun ke Samiri sebagai pelaku langsung: pertanyaan singkat ini mengalihkan fokus konfrontasi kepada sumber penyesatan yang sesungguhnya.
Tafsiran
Pertanyaan ini membuka konfrontasi langsung Musa dengan Samiri, setelah persoalan dengan Harun terjelaskan: giliran sang pembuat patung untuk menjelaskan perbuatannya sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Musa berpindah ke pelakunya sesudah urusan Harun selesai. Allah merekam urutan itu. Yang ditegur duluan bukan yang paling bersalah.
- Pertanyaannya pendek dan menyebut nama. Wahai Samiri. Tak ada tuduhan di dalamnya.
- Yang bersalah diberi giliran bicara lebih dahulu. Allah merekam kesempatan itu. Hukuman datang sesudah ia menjelaskan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, kh-t-b, s-m-r): khatb diterjemahkan 'urusan (perkara)' (akar kh-t-b). gloss '(Musa)/(berbuat demikian)' dibuang.