قَالَ فَاذْهَبْ فَإِنَّ لَكَ فِي الْحَيَاةِ أَنْ تَقُولَ لَا مِسَاسَ ۖ وَإِنَّ لَكَ مَوْعِدًا لَنْ تُخْلَفَهُ ۖ وَانْظُرْ إِلَىٰ إِلَٰهِكَ الَّذِي ظَلْتَ عَلَيْهِ عَاكِفًا ۖ لَنُحَرِّقَنَّهُ ثُمَّ لَنَنْسِفَنَّهُ فِي الْيَمِّ نَسْفًا
Ia berkata, “Maka pergilah; sesungguhnya bagimu dalam kehidupan hanya berkata, ‘Jangan sentuh’; dan sesungguhnya bagimu ada waktu yang tidak dapat engkau hindari; dan lihatlah tuhanmu yang tetap engkau sembah, sungguh kami akan membakarnya, kemudian sungguh kami akan menghamburkannya ke laut sehancur-hancurnya.”
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- قَالَ فَاذْهَبْqaala fa-dzhabia berkata, maka pergilah
- فَإِنَّ لَكَ فِي الْحَيَاةِ أَنْ تَقُولَ لَا مِسَاسَfa-inna laka fii l-hayaati an taquula laa misaasasesungguhnya bagimu dalam kehidupan hanya berkata, jangan sentuh
- وَإِنَّ لَكَ مَوْعِدًا لَنْ تُخْلَفَهُwa-inna laka maw'idan lan tukhlafahudan sesungguhnya bagimu ada waktu yang tidak dapat engkau hindari
- وَانْظُرْ إِلَىٰ إِلَٰهِكَ الَّذِي ظَلْتَ عَلَيْهِ عَاكِفًاwa-nzhur ilaa ilaahika lladzii zhalta 'alayhi 'aakifandan lihatlah tuhanmu yang tetap engkau sembah
- لَنُحَرِّقَنَّهُ ثُمَّ لَنَنْسِفَنَّهُ فِي الْيَمِّ نَسْفًاla-nuharriqannahu tsumma la-nansifannahu fii l-yammi nasfansungguh kami akan membakarnya, kemudian sungguh kami akan menghamburkannya ke laut sehancur-hancurnya
Terjemahan per kata (28 kata)
- قَالَqaalaberkata
- فَاذْهَبْfa-dzhabmaka pergilah
- فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
- لَكَlakabagimu
- فِيfiidalam
- الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
- أَنْanbahwa
- تَقُولَtaquulaengkau berkata
- لَاlaajanganlah
- مِسَاسَmisaasasentuhan
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- لَكَlakabagimu
- مَوْعِدًاmaw'idanjanji
- لَنْlantidak akan
- تُخْلَفَهُtukhlafahudilanggar
- وَانْظُرْwa-nzhurdan lihatlah
- إِلَىٰilaakepada
- إِلَٰهِكَilaahikatuhanmu
- الَّذِيlladziiyang
- ظَلْتَzhaltaengkau tetap
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- عَاكِفًا'aakifanyang tekun menyembah
- لَنُحَرِّقَنَّهُla-nuharriqannahusungguh kami akan membakarnya
- ثُمَّtsummakemudian
- لَنَنْسِفَنَّهُla-nansifannahusungguh kami akan menghamburkannya
- فِيfiike
- الْيَمِّl-yammilaut
- نَسْفًاnasfansehancur-hancurnya
Inti bacaan
Konsekuensi sosial yang berat bagi Samiri: 'Jangan sentuh' menjadi kalimat yang harus diucapkannya seumur hidup, isolasi sosial permanen sebagai akibat dari tindakan yang merusak kepercayaan kolektif secara mendasar.
Penjelasan pilihan kata
'Tetap menyembah' (zhalta aakifan): akar yang sama dengan 'menyembahnya' (aakifiin) di 20:91, kini dipakai untuk menggambarkan kelekatan Samiri sendiri pada patung buatannya.
Tafsiran
Hukuman yang dijatuhkan Musa kepada Samiri bukan kematian, melainkan pengasingan sosial seumur hidup: sebuah bentuk hukuman yang berbeda dari yang biasa dijatuhkan, disertai penghancuran total objek yang disembahnya sebagai penutup episode ini.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam hukuman baginya: dalam hidup ia hanya berkata jangan sentuh. Bukan dipenjara. Yang dijatuhkan keterasingan, dan itu berjalan sepanjang sisa hidupnya.
- Yang Allah sebut kedua waktu yang tak dapat ia hindari. Sesudah keterasingan. Hukuman di dunia disusul dengan yang menunggu, dan keduanya disebutkan sekaligus.
- Musa menyuruhnya melihat sesembahan yang ia buat, yang akan dibakar dan ditaburkan ke laut. Diperlihatkan sendiri. Yang paling menutup perkara bukan kata, melainkan menyaksikan buatannya sendiri lenyap.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, dz-h-b, h-y-y, m-s-s, w-'-d, kh-l-f, n-zh-r, a-l-h, zh-l-l, '-k-f, h-r-q, n-s-f, y-m-m): laa misaas diterjemahkan 'jangan sentuh' (akar m-s-s putaran MSS); maw'id diterjemahkan 'waktu yang dijanjikan' (akar w-'-d); ilaahika diterjemahkan 'tuhanmu' (ilaah, anak-sapi); zhalta aakifan diterjemahkan 'tetap menyembah' (akar '-k-f); nuharriqannahu diterjemahkan 'membakarnya' (akar h-r-q); nansifannahu diterjemahkan 'menghamburkannya' (akar n-s-f). gloss '(kepada Samiri)/(dunia)/(hukuman)/(di akhirat)' dibuang.