يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ ۚ وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ زُرْقًا
pada hari sangkakala ditiup; dan Kami kumpulkan para pendurhaka pada hari itu dalam keadaan pucat,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِyawma yunfakhu fii sh-shuuripada hari sangkakala ditiup
- وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ زُرْقًاwa-nahsyuru l-mujrimiina yawma'idzin zurqandan Kami kumpulkan para pendurhaka pada hari itu dalam keadaan pucat
Terjemahan per kata (8 kata)
- يَوْمَyawmahari
- يُنْفَخُyunfakhuditiup
- فِيfiipada
- الصُّورِsh-shuurisangkakala
- وَنَحْشُرُwa-nahsyurudan Kami mengumpulkan
- الْمُجْرِمِينَl-mujrimiinapara pendosa
- يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
- زُرْقًاzurqanbiru muram
Inti bacaan
Gambaran hari kebangkitan yang dramatis: sangkakala ditiup, para pendurhaka dikumpulkan 'dalam keadaan pucat', deskripsi visual yang kuat tentang ketakutan yang dialami saat konsekuensi akhirnya tiba.
Penjelasan pilihan kata
'Pucat' (zurqan): kata yang secara harfiah menandai warna kebiruan, sebuah detail visual spesifik yang dipertahankan tanpa ditambahkan penjelasan tentang penyebabnya.
Tafsiran
Gambaran Hari Kiamat ini merinci kondisi fisik para pendurhaka saat dikumpulkan: sebuah detail visual yang menegaskan ketakutan dan kengerian momen tersebut tanpa perlu dijelaskan lebih jauh.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka dikumpulkan dalam keadaan pucat. Warna kulitnya. Ketakutannya digambarkan lewat tubuh, bukan lewat kata.
- Waktunya ditandai peniupan sangkakala. Satu suara. Seluruh peristiwa besar itu punya penanda yang sederhana.
- Allah tak menerangkan mengapa mereka pucat. Dibiarkan begitu. Yang dilukiskan cuma tampaknya, dan tampak itu sudah cukup.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar y-w-m, n-f-kh, s-w-r, h-sh-r, j-r-m, z-r-q): yunfakhu fii s-suur diterjemahkan 'sangkakala ditiup' (akar n-f-kh + akar s-w-r); nahshuru diterjemahkan 'mengumpulkan' (akar h-sh-r); zurq diterjemahkan 'pucat (mata membiru ketakutan)' (akar z-r-q). gloss '(wajah)/(penuh ketakutan)' + footnote dibuang.