فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا
lalu Dia menjadikannya dataran yang rata,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًاfa-yadzaruhaa qaa'an shafshafanlalu Dia menjadikannya dataran yang rata
Terjemahan per kata (3 kata)
- فَيَذَرُهَاfa-yadzaruhaamaka Dia membiarkannya
- قَاعًاqaa'andataran
- صَفْصَفًاshafshafanrata
Inti bacaan
Hasil akhir penghancuran gunung digambarkan sederhana: 'dataran yang rata', transformasi total dari struktur yang tampak paling kokoh dan permanen menjadi permukaan datar, sebuah pengingat tentang kefanaan bahkan hal-hal yang tampak paling stabil.
Penjelasan pilihan kata
'Dataran yang rata' (qaa'an safsafan): dua kata yang bersama-sama menegaskan kerataan total, tanpa detail tambahan tentang bagaimana proses itu terjadi.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan gambaran kehancuran gunung dengan hasil akhirnya: permukaan yang benar-benar rata, tanpa jejak apa pun dari kekokohan sebelumnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut hasilnya dataran yang rata. Sesudah gunung dihancurkan. Yang paling menonjol berakhir sebagai yang paling datar.
- Dua kata dipakai untuk kerataan yang sama. Ditekan. Kerataannya digambarkan berlapis, tanpa menyisakan gundukan.
- Allah tak menerangkan bagaimana prosesnya. Cuma hasilnya. Yang dilukiskan apa yang terlihat sesudahnya, bukan apa yang terjadi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-dz-r, q-w-', s-f-s-f): yadharuhaa diterjemahkan 'menjadikannya (membiarkannya)' (akar w-dz-r); qaa' safsaf diterjemahkan 'dataran yang rata'. gloss '(bekas gunung-gunung)/(terhampar)' dibuang.