لَا تَرَىٰ فِيهَا عِوَجًا وَلَا أَمْتًا

engkau tidak akan melihat padanya kebengkokan dan tidak tonjolan.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. لَا تَرَىٰ فِيهَا عِوَجًا وَلَا أَمْتًاlaa taraa fiihaa 'iwajan wa-laa amtanengkau tidak akan melihat padanya kebengkokan dan tidak tonjolan

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. لَاlaatidak
  2. تَرَىٰtaraaengkau melihat
  3. فِيهَاfiihaapadanya
  4. عِوَجًا'iwajankebengkokan
  5. وَلَاwa-laadan tidak pula
  6. أَمْتًاamtanlekukan

Inti bacaan

Dataran hasil penghancuran gunung digambarkan bebas dari 'kebengkokan dan tonjolan', kerataan sempurna sebagai simbol keadaan akhir yang bersih dari kompleksitas, mempersiapkan panggung bagi peristiwa besar yang akan terjadi.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini menutup gambaran kerataan total dengan dua ketiadaan spesifik (tidak ada kebengkokan, tidak ada tonjolan), melengkapi kesan permukaan yang benar-benar sempurna datar.

Tafsiran

Deskripsi tiga ayat berurutan ini (105-107) membangun gambaran bertahap: dari pertanyaan tentang nasib gunung, ke penghancuran, ke hasil akhir yang benar-benar rata tanpa cela.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua ketiadaan: kebengkokan dan tonjolan. Dua-duanya. Kerataannya diterangkan lewat apa yang tak ada.
  • Yang disapa engkau tidak akan melihat. Bukan tidak ada. Kerataan itu diuji lewat mata, bukan lewat keterangan.
  • Allah menutup gambaran tiga ayat dengan kalimat ini. Sesudah pertanyaan tentang gunung. Yang bertingkat berakhir pada permukaan yang tak bertingkat sama sekali.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-a-y, '-w-j, a-m-t): iwaj diterjemahkan 'kebengkokan' (akar '-w-j); amt diterjemahkan 'tonjolan (lekukan)'. gloss '(lagi dataran rendah dan dataran tinggi)' dibuang.