يَوْمَئِذٍ يَتَّبِعُونَ الدَّاعِيَ لَا عِوَجَ لَهُ ۖ وَخَشَعَتِ الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَٰنِ فَلَا تَسْمَعُ إِلَّا هَمْسًا
Pada hari itu mereka mengikuti penyeru tanpa berbelok-belok. Semua suara tunduk merendah kepada Ar-Rahman, sehingga engkau tidak mendengar kecuali bisik-bisik.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَوْمَئِذٍ يَتَّبِعُونَ الدَّاعِيَ لَا عِوَجَ لَهُyawma'idzin yattabi'uuna d-daa'iya laa 'iwaja lahupada hari itu mereka mengikuti penyeru tanpa berbelok-belok
- وَخَشَعَتِ الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَٰنِwa-khasya'ati l-ashwaatu li-r-rahmaanisemua suara tunduk merendah kepada Ar-Rahman
- فَلَا تَسْمَعُ إِلَّا هَمْسًاfa-laa tasma'u illaa hamsansehingga engkau tidak mendengar kecuali bisik-bisik
Terjemahan per kata (13 kata)
- يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
- يَتَّبِعُونَyattabi'uunamereka mengikuti
- الدَّاعِيَd-daa'iyapenyeru
- لَاlaatidak
- عِوَجَ'iwajakebengkokan
- لَهُlahubaginya
- وَخَشَعَتِwa-khasya'atidan merendah
- الْأَصْوَاتُl-ashwaatusuara
- لِلرَّحْمَٰنِli-r-rahmaanibagi Ar-Rahman
- فَلَاfa-laamaka tidak
- تَسْمَعُtasma'uengkau mendengar
- إِلَّاillaakecuali
- هَمْسًاhamsansuara pelan
Inti bacaan
Ketaatan total pada hari itu: mengikuti penyeru 'tanpa berbelok-belok', suara-suara tunduk hingga 'yang engkau dengar hanyalah bisik-bisik', gambaran keteraturan dan kerendahan hati kolektif yang luar biasa, kontras dengan kebisingan dan kekacauan kehidupan dunia.
Penjelasan pilihan kata
'Kebengkokan' (iwaja): kata yang sama dengan 20:107 tentang permukaan rata, kini dipakai metaforis untuk arah mengikuti penyeru tanpa penyimpangan. Teks tidak menyebutkan siapa 'penyeru' ini secara eksplisit: identifikasi lebih lanjut adalah pembacaan tradisi, bukan pernyataan langsung ayat ini.
Tafsiran
Gambaran keheningan yang luar biasa ini (di mana bahkan suara-suara hanya berupa bisikan) menegaskan skala kekhidmatan Hari Kiamat, sebuah suasana yang jauh berbeda dari hiruk-pikuk kehidupan dunia.
Renungan dan Hikmah
- Allah menggambarkan mereka mengikuti penyeru tanpa berbelok-belok. Tidak ada yang menawar arah. Kepatuhan yang di dunia begitu sulit diminta pada hari itu berlangsung dengan sendirinya.
- Semua suara Dia sebut tunduk merendah kepada Ar-Rahman. Bukan senyap sama sekali, melainkan mengecil. Yang berubah bukan jumlah orangnya, melainkan seberapa besar mereka merasa berhak bersuara.
- Nama yang Allah pakai di adegan sekeras itu Ar-Rahman, Yang Maha Pengasih. Bukan nama yang menekan. Bahkan di hari yang membuat semua suara mengecil, yang disebut tetap sifat kasih-Nya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “(Israfil)” DIBUANG; “Tuhan Yang Maha Pengasih,” diterjemahkan “Ar-Rahmaan,”; “kamu” diterjemahkan “engkau”. Dalam ayat ini, 'rahmaan' bertakrif (memakai kata sandang al-).