فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَا يَبْلَىٰ

Maka setan membisikkan kepadanya; ia berkata, “Wahai Adam, maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian dan kerajaan yang tidak akan binasa?”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُfa-waswasa ilayhi sh-shaytaanumaka setan membisikkan kepadanya
  2. قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ الْخُلْدِqaala yaa aadamu hal adulluka alaa shajarati l-khuldiia berkata, wahai Adam, maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian
  3. وَمُلْكٍ لَا يَبْلَىٰwa-mulkin laa yablaadan kerajaan yang tidak akan binasa
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar w-s-w-s, sh-t-n, q-w-l, d-l-l, sh-j-r, kh-l-d, m-l-k, b-l-w): waswasa diterjemahkan 'membisikkan (was-was)' (akar w-s-w-s); adulluka diterjemahkan 'menunjukkanmu' (akar d-l-l); shajarat al-khuld diterjemahkan 'pohon keabadian' (akar kh-l-d); mulk laa yablaa diterjemahkan 'kerajaan yang tak binasa' (akar m-l-k). gloss '(pikiran jahat)' dibuang.

Aplikasi

Godaan setan menargetkan keinginan mendasar manusia: 'pohon keabadian dan kerajaan yang tidak akan binasa', janji tentang keabadian dan kekuasaan permanen dipakai sebagai umpan, menyingkap kelemahan universal manusia terhadap janji kekekalan dan kontrol tanpa batas.