فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰ آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَىٰ

Maka keduanya memakannya, lalu tampaklah bagi keduanya aurat mereka, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun taman; dan Adam melanggar Tuhannya, lalu ia khilaf.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. فَأَكَلَا مِنْهَاfa-akalaa minhaamaka keduanya memakannya
  2. فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَاfa-badat lahumaa saw'aatuhumaalalu tampaklah bagi keduanya aurat mereka
  3. وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِwa-thafiqaa yakhshifaani 'alayhimaa min waraqi l-jannatidan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun taman
  4. وَعَصَىٰ آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَىٰwa-'ashaa aadamu rabbahu fa-ghawaadan Adam melanggar Tuhannya, lalu ia khilaf

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. فَأَكَلَاfa-akalaamaka keduanya makan
  2. مِنْهَاminhaadarinya
  3. فَبَدَتْfa-badatmaka tampaklah
  4. لَهُمَاlahumaabagi keduanya
  5. سَوْآتُهُمَاsaw'aatuhumaaaurat keduanya
  6. وَطَفِقَاwa-thafiqaadan mulailah keduanya
  7. يَخْصِفَانِyakhshifaanikeduanya menutupi
  8. عَلَيْهِمَا'alayhimaaatas keduanya
  9. مِنْmindari
  10. وَرَقِwaraqidaun
  11. الْجَنَّةِl-jannatitaman
  12. وَعَصَىٰwa-'ashaadan ia mendurhakai
  13. آدَمُaadamuAdam
  14. رَبَّهُrabbahuTuhannya
  15. فَغَوَىٰfa-ghawaamaka ia sesat

Inti bacaan

Konsekuensi langsung setelah melanggar: 'tampaklah bagi keduanya aurat mereka', kesadaran akan kerentanan dan rasa malu muncul segera setelah pelanggaran, sebuah respons psikologis alami terhadap kesalahan yang disadari.

Penjelasan pilihan kata

'Khilaf' (ghawaa): akar yang berbeda dari 'sesat' (dalla) yang dipakai di tempat lain; ghawaa membawa nuansa 'tergelincir ke dalam kesalahan' yang berbeda dari kesesatan arah, dijaga terpisah meski sering diterjemahkan mirip.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan konsekuensi langsung dari godaan, bukan hanya pelanggaran perintah, melainkan juga kesadaran diri yang berubah seketika (tampaknya aurat) dan reaksi spontan untuk menutupinya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut sesudah keduanya memakan, tampaklah aurat mereka. Bukan pengetahuan. Yang dijanjikan keabadian, dan yang datang justru rasa malu.
  • Keduanya menutupi diri dengan daun taman itu sendiri. Bahan yang ada di tempat. Yang dipakai memperbaiki keadaan diambil dari tempat kesalahan itu terjadi.
  • Allah menutup dengan menyebut Adam melanggar, lalu ia khilaf. Dua kata berurutan. Yang kedua meringankan yang pertama, dan itu disebut oleh Yang dilanggar sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-k-l, b-d-w, s-w-a, t-f-q, kh-s-f, w-r-q, j-n-n, '-s-y, r-b-b, gh-w-y): badat saw'aatuhumaa diterjemahkan 'tampak aurat keduanya' (akar b-d-w + akar s-w-'); asaa aadam rabbahu diterjemahkan 'Adam melanggar (durhaka kepada) Tuhannya' (akar '-s-y); ghawaa diterjemahkan 'khilaf (tersesat)' (akar gh-w-y, seakar aghwaa 7:16, makna 'jatuh ke kesalahan', bukan akar d-l-l). gloss '(yang ada di)' + footnote dibuang.