وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِآيَاتِ رَبِّهِ ۚ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَىٰ
Demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya pada tanda-tanda Tuhannya. Sungguh, azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَwa-kadzaalika najzii man asrafademikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas
- وَلَمْ يُؤْمِنْ بِآيَاتِ رَبِّهِwa-lam yu'min bi-aayaati rabbihidan tidak percaya pada tanda-tanda Tuhannya
- وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَىٰwa-la-adzaabu l-aakhirati ashaddu wa-abqaasungguh azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal
Aplikasi
Prinsip umum yang diterapkan luas: konsekuensi ini berlaku bagi 'orang yang melampaui batas dan tidak percaya pada tanda-tanda Tuhannya', pola yang sama berlaku universal, bukan kasus istimewa yang terbatas pada individu tertentu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'And thus do We reward him who commits excess, and believes not in the proofs of his Lord; and the punishment of the Hereafter is more severe and more enduring.'