أَفَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِأُولِي النُّهَىٰ

Tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, yang mereka lewati tempat-tempat tinggalnya? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. أَفَلَمْ يَهْدِ لَهُمْa-fa-lam yahdi lahumtidakkah menjadi petunjuk bagi mereka
  2. كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِkam ahlaknaa qablahum mina l-quruuniberapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan
  3. يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْyamsyuuna fii masaakinihimyang mereka lewati tempat-tempat tinggalnya
  4. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِأُولِي النُّهَىٰinna fii dzaalika la-aayaatin li-ulii n-nuhaasesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. أَفَلَمْa-fa-lammaka tidakkah
  2. يَهْدِyahdimemberi petunjuk
  3. لَهُمْlahumbagi mereka
  4. كَمْkambetapa banyak
  5. أَهْلَكْنَاahlaknaaKami binasakan
  6. قَبْلَهُمْqablahumsebelum mereka
  7. مِنَminadari
  8. الْقُرُونِl-quruunigenerasi-generasi
  9. يَمْشُونَyamsyuunamereka berjalan
  10. فِيfiidi
  11. مَسَاكِنِهِمْmasaakinihimtempat tinggal mereka
  12. إِنَّinnasesungguhnya
  13. فِيfiidi
  14. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  15. لَآيَاتٍla-aayaatinbenar-benar tanda-tanda
  16. لِأُولِيli-uliibagi orang-orang yang memiliki
  17. النُّهَىٰn-nuhaaakal

Inti bacaan

Pertanyaan retoris yang mengajak refleksi historis: 'berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal mereka melewati bekas-bekas tempat tinggal mereka?', bukti sejarah yang secara harfiah dilewati sehari-hari tetap diabaikan tanpa direnungkan maknanya.

Penjelasan pilihan kata

'Generasi' (al-quruun): bentuk jamak dari akar qarn yang sama dipertahankan konsisten dengan 19:74, 19:98, dan 20:51. 'Tanda-tanda' memakai akar aayah yang sama dipertahankan konsisten.

Tafsiran

Ayat ini mengalihkan fokus dari kisah individu kembali ke pola sejarah yang lebih luas: reruntuhan generasi terdahulu yang bisa dilihat langsung seharusnya menjadi petunjuk yang jelas, bukan sekadar cerita masa lalu.

Renungan dan Hikmah

  • Allah bertanya tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka generasi yang telah dibinasakan. Yang dijadikan petunjuk peristiwa. Sejarah disebut sebagai keterangan, bukan sebagai cerita.
  • Allah menyebut mereka melewati tempat tinggal generasi itu. Setiap hari. Bukti yang paling sering dilewati justru yang paling jarang dibaca.
  • Penerimanya disebut orang-orang yang berakal. Reruntuhan sama bagi semua yang lewat. Yang membedakan bukan apa yang terlihat, melainkan siapa yang memikirkannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.