وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ لَكَانَ لِزَامًا وَأَجَلٌ مُسَمًّى

Dan sekiranya bukan karena suatu kalimat yang telah mendahului dari Tuhanmu, dan ajal yang telah ditentukan, tentulah menjadi keharusan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَwa-lawlaa kalimatun sabaqat min rabbikadan sekiranya bukan karena suatu kalimat yang telah mendahului dari Tuhanmu
  2. لَكَانَ لِزَامًا وَأَجَلٌ مُسَمًّىla-kaana lizaaman wa-ajalun musammantentulah menjadi keharusan, dan ajal yang telah ditentukan
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar k-l-m, s-b-q, r-b-b, k-w-n, l-z-m, a-j-l, s-m-w): kalimah sabaqat diterjemahkan 'kalimat yang mendahului' (akar k-l-m KLM, spt 10:19/11:110); lizaam diterjemahkan 'keharusan (keniscayaan)' (akar l-z-m); ajal musamman diterjemahkan 'ajal yang ditentukan' (akar '-j-l). gloss '(bagi mereka)/(pastilah siksaan…)' + footnote dibuang.

Aplikasi

Pengungkapan penting: penundaan konsekuensi terjadi karena 'suatu kalimat yang telah mendahului... dan ajal yang telah ditentukan', kesabaran ilahi bukan kebetulan, melainkan bagian dari rencana dan kerangka waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya.