وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ لَكَانَ لِزَامًا وَأَجَلٌ مُسَمًّى

Dan sekiranya bukan karena suatu kalimat yang telah mendahului dari Tuhanmu, dan ajal yang telah ditentukan, tentulah menjadi keharusan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَwa-lawlaa kalimatun sabaqat min rabbikadan sekiranya bukan karena suatu kalimat yang telah mendahului dari Tuhanmu
  2. لَكَانَ لِزَامًا وَأَجَلٌ مُسَمًّىla-kaana lizaaman wa-ajalun musammantentulah menjadi keharusan, dan ajal yang telah ditentukan

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَلَوْلَاwa-lawlaadan sekiranya tidak
  2. كَلِمَةٌkalimatunsatu kalimat
  3. سَبَقَتْsabaqattelah mendahului
  4. مِنْmindari
  5. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  6. لَكَانَla-kaanatentulah
  7. لِزَامًاlizaamanyang pasti
  8. وَأَجَلٌwa-ajalundan ajal
  9. مُسَمًّىmusammanyang ditentukan

Inti bacaan

Pengungkapan penting: penundaan konsekuensi terjadi karena 'suatu kalimat yang telah mendahului. dan ajal yang telah ditentukan', kesabaran ilahi bukan kebetulan, melainkan bagian dari rencana dan kerangka waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Penjelasan pilihan kata

'Kalimat yang mendahului' (kalimatun sabaqat): teks tidak merinci isi kalimat ini secara eksplisit di ayat ini sendiri; dibiarkan seperti apa adanya tanpa penjelasan tambahan.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan mengapa azab tidak segera turun meski kesalahan sudah nyata: sebuah ketetapan terdahulu dan ajal yang sudah ditentukan menjadi penunda, bukan ketiadaan alasan untuk menghukum.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua penahan: kalimat yang mendahului, dan ajal yang ditentukan. Dua-duanya. Penundaannya punya sebab, bukan kebetulan.
  • Isi kalimat yang mendahului itu tak disebut. Dibiarkan tanpa keterangan. Yang menahan hukuman diketahui ada, tak diketahui apa.
  • Allah menutup dengan tentulah menjadi keharusan. Tanpa menyebut apa. Kalimatnya berhenti tepat sebelum kata yang paling menakutkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-l-m, s-b-q, r-b-b, k-w-n, l-z-m, a-j-l, s-m-w): kalimah sabaqat diterjemahkan 'kalimat yang mendahului' (akar k-l-m KLM, spt 10:19/11:110); lizaam diterjemahkan 'keharusan (keniscayaan)' (akar l-z-m); ajal musamman diterjemahkan 'ajal yang ditentukan' (akar '-j-l). gloss '(bagi mereka)/(pastilah siksaan…)' + footnote dibuang.