فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا ۖ وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَىٰ

Maka, bersabarlah engkau atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam. Bertasbihlah pula pada waktu-waktu malam dan di ujung-ujung siang, agar engkau merasa tenang.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَfa-shbir 'alaa maa yaquuluunamaka bersabarlah atas apa yang mereka katakan
  2. وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَwa-sabbih bi-hamdi rabbikadan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu
  3. قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَاqabla thuluu'i sy-syamsi wa-qabla ghuruubihaasebelum matahari terbit dan sebelum terbenam
  4. وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِwa-min aanaa'i l-layli fa-sabbih wa-athraafa n-nahaaridan bertasbihlah pula pada waktu-waktu malam dan di ujung-ujung siang
  5. لَعَلَّكَ تَرْضَىٰla'allaka tardhaaagar engkau merasa tenang

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. فَاصْبِرْfa-shbirmaka bersabarlah
  2. عَلَىٰ'alaaatas
  3. مَاmaaapa yang
  4. يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
  5. وَسَبِّحْwa-sabbihdan bertasbihlah
  6. بِحَمْدِbi-hamdidengan memuji
  7. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  8. قَبْلَqablasebelum
  9. طُلُوعِthuluu'iterbit
  10. الشَّمْسِsy-syamsimatahari
  11. وَقَبْلَwa-qabladan sebelum
  12. غُرُوبِهَاghuruubihaaterbenamnya
  13. وَمِنْwa-mindan dari
  14. آنَاءِaanaa'iwaktu-waktu
  15. اللَّيْلِl-laylimalam
  16. فَسَبِّحْfa-sabbihmaka bertasbihlah
  17. وَأَطْرَافَwa-athraafadan ujung-ujung
  18. النَّهَارِn-nahaarisiang
  19. لَعَلَّكَla'allakaboleh jadi engkau
  20. تَرْضَىٰtardhaaengkau rida

Inti bacaan

Instruksi praktis menghadapi kritik: 'bersabarlah atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah. agar engkau merasa tenang', praktik spiritual terjadwal (sebelum matahari terbit, sebelum terbenam, malam hari, ujung siang) diberikan sebagai strategi konkret mengelola tekanan emosional dari kritik yang diterima. Konkretnya: menjadwalkan praktik spiritual reguler sepanjang hari (bukan hanya saat krisis) sebagai strategi mengelola tekanan dari kritik dan tantangan eksternal adalah pendekatan yang terbukti membawa ketenangan.

Penjelasan pilihan kata

Instruksi tasbih di sini disebar sepanjang waktu (sebelum terbit, sebelum terbenam, waktu malam, ujung siang), sebuah pola yang menyebar peribadatan ke seluruh rentang hari, bukan terpusat pada satu momen saja.

Tafsiran

Ayat ini menghubungkan kesabaran menghadapi perkataan buruk dengan tasbih yang berkelanjutan, bukan dua hal terpisah, melainkan tasbih yang menjadi sumber ketenangan yang menopang kesabaran itu sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Kesabaran atas ucapan mereka dan tasbih kepada Allah disebut berdampingan, bukan sebagai dua nasihat terpisah. Yang kedua menopang yang pertama. Menyuruh seseorang bersabar tanpa memberinya tempat berpijak cuma memindahkan beban, bukan meringankannya.
  • Waktu yang disebut empat: sebelum matahari terbit, sebelum terbenam, waktu-waktu malam, ujung-ujung siang. Tersebar, bukan terpusat. Yang menopang seseorang menghadapi tekanan yang berlangsung sepanjang hari memang tak bisa berupa satu momen saja.
  • Tujuan yang disebut Allah bukan agar ia lebih kuat atau lebih tabah, melainkan agar ia merasa tenang. Yang dijanjikan ketenangan, bukan hilangnya sebab kegelisahan. Ucapan mereka tidak dijanjikan berhenti, dan yang diubah bagian yang memang bisa diubah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga hamd pemakaian diteruskan ('segala puji/memuji' terjemahan lain konsisten; al-hamdu = al- istighraaq dipertahankan); pasangan belum ditelaah (ghanii 'Maha Kaya') dipertahankan sementara. Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, pemakaian diteruskan); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid).