وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

Dan janganlah engkau menujukan pandanganmu kepada apa yang Kami berikan kenikmatan kepada beberapa golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia, untuk Kami menguji mereka dengannya; dan rezeki Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْwa-laa tamuddanna 'aynayka ilaa maa matta'naa bihi azwaajan minhumdan janganlah engkau menujukan pandanganmu kepada apa yang Kami berikan kenikmatan kepada beberapa golongan dari mereka
  2. زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِzahrata l-hayaati d-dunyaa li-naftinahum fiihisebagai bunga kehidupan dunia, untuk Kami menguji mereka dengannya
  3. وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰwa-rizqu rabbika khayrun wa-abqaadan rezeki Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَلَاwa-laadan janganlah
  2. تَمُدَّنَّtamuddannaengkau menujukan
  3. عَيْنَيْكَ'aynaykakedua matamu
  4. إِلَىٰilaakepada
  5. مَاmaaapa yang
  6. مَتَّعْنَاmatta'naaKami memberi kesenangan
  7. بِهِbihidengannya
  8. أَزْوَاجًاazwaajangolongan
  9. مِنْهُمْminhumdari mereka
  10. زَهْرَةَzahrataperhiasan
  11. الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
  12. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  13. لِنَفْتِنَهُمْli-naftinahumagar Kami menguji mereka
  14. فِيهِfiihidi dalamnya
  15. وَرِزْقُwa-rizqudan rezeki
  16. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  17. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  18. وَأَبْقَىٰwa-abqaadan lebih kekal

Inti bacaan

Larangan penting: 'janganlah engkau menujukan pandanganmu' kepada kenikmatan duniawi yang dinikmati orang lain, karena itu hanya 'ujian bagi mereka', kesadaran bahwa kemewahan yang dimiliki orang lain bisa jadi ujian tersembunyi, bukan tanda keberuntungan sejati yang layak diirikan. Konkretnya: menahan diri dari membandingkan kondisi sendiri dengan kemewahan duniawi orang lain (yang sesungguhnya bisa jadi ujian tersembunyi bagi mereka) membantu menjaga fokus pada rezeki sendiri yang dinilai 'lebih baik dan lebih kekal'.

Penjelasan pilihan kata

'Bunga kehidupan dunia' (zahrata l-hayaati d-dunyaa): metafora yang menekankan keindahan yang cepat layu, konsisten dengan sifat sementara yang dikontraskan langsung dengan 'lebih kekal' di akhir ayat.

Tafsiran

Ayat ini memperingatkan agar tidak iri terhadap kenikmatan yang tampak dimiliki orang lain: kenikmatan itu sendiri disebut sebagai bentuk ujian, bukan tanda keutamaan, dan rezeki yang dijanjikan Allah dinyatakan lebih baik.

Renungan dan Hikmah

  • Yang dilarang Allah bukan menginginkan, melainkan 'menujukan pandanganmu'. Larangannya dipasang di tahap melihat, jauh sebelum tahap menginginkan. Sebagian besar iri memang tidak bermula dari keputusan, melainkan dari kebiasaan mengarahkan mata ke satu tempat berulang kali.
  • Kenikmatan itu disebut 'bunga kehidupan dunia'. Bukan buahnya, bukan pohonnya. Bunga adalah bagian yang paling menarik dilihat dan paling cepat gugur. Allah memilih bagian tumbuhan yang keindahannya justru menandakan betapa singkat waktunya.
  • Pemberian itu disertai keterangan tujuannya: 'untuk Kami menguji mereka dengannya'. Yang dari luar terlihat sebagai keberuntungan disebut Allah sebagai ujian. Orang yang iri sedang menginginkan soal ujian orang lain, dan biasanya tanpa tahu sedang menghadapi soalnya sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-d-d, '-y-n, m-t-', z-w-j, z-h-r, h-y-y, d-n-w, f-t-n, r-z-q, r-b-b, kh-y-r, b-q-y): laa tamuddanna aynayka diterjemahkan 'jangan menujukan pandanganmu' (akar m-d-d + akar '-y-n, gema 15:88); matta'naa diterjemahkan 'memberi kenikmatan' (akar m-t-'); zahrah diterjemahkan 'bunga (keindahan)' (akar z-h-r); naftinahum diterjemahkan 'menguji mereka' (akar f-t-n); abqaa diterjemahkan 'lebih kekal' (akar b-q-y). gloss '(sebagai)/(kesenangan)' dibuang.