وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

Dan janganlah engkau menujukan pandanganmu kepada apa yang Kami berikan kenikmatan kepada beberapa golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia, untuk Kami menguji mereka dengannya; dan rezeki Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْwa-laa tamuddanna aynayka ilaa maa matta'naa bihi azwaajan minhumdan janganlah engkau menujukan pandanganmu kepada apa yang Kami berikan kenikmatan kepada beberapa golongan dari mereka
  2. زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِzahrata l-hayaati d-dunyaa li-naftinahum fiihisebagai bunga kehidupan dunia, untuk Kami menguji mereka dengannya
  3. وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰwa-rizqu rabbika khayrun wa-abqaadan rezeki Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar m-d-d, '-y-n, m-t-', z-w-j, z-h-r, h-y-y, d-n-w, f-t-n, r-z-q, r-b-b, kh-y-r, b-q-y): laa tamuddanna aynayka diterjemahkan 'jangan menujukan pandanganmu' (akar m-d-d + akar '-y-n, gema 15:88); matta'naa diterjemahkan 'memberi kenikmatan' (akar m-t-'); zahrah diterjemahkan 'bunga (keindahan)' (akar z-h-r); naftinahum diterjemahkan 'menguji mereka' (akar f-t-n); abqaa diterjemahkan 'lebih kekal' (akar b-q-y). gloss '(sebagai)/(kesenangan)' dibuang.

Aplikasi

Larangan penting: 'janganlah engkau menujukan pandanganmu' kepada kenikmatan duniawi yang dinikmati orang lain, karena itu hanya 'ujian bagi mereka', kesadaran bahwa kemewahan yang dimiliki orang lain bisa jadi ujian tersembunyi, bukan tanda keberuntungan sejati yang layak diirikan. Konkretnya: menahan diri dari membandingkan kondisi sendiri dengan kemewahan duniawi orang lain (yang sesungguhnya bisa jadi ujian tersembunyi bagi mereka) membantu menjaga fokus pada rezeki sendiri yang dinilai 'lebih baik dan lebih kekal'.