وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu; Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan kesudahan yang baik adalah bagi ketakwaan.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِwa-mur ahlaka bi-sh-shalaatiperintahkanlah keluargamu melaksanakan salat
  2. وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاwa-shthabir 'alayhaadan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya
  3. لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَlaa nas'aluka rizqan nahnu narzuqukaKami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu
  4. وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰwa-l-'aaqibatu li-t-taqwaadan kesudahan yang baik adalah bagi ketakwaan

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَأْمُرْwa-murdan suruhlah
  2. أَهْلَكَahlakakeluargamu
  3. بِالصَّلَاةِbi-sh-shalaatidengan salat
  4. وَاصْطَبِرْwa-shthabirdan bersabarlah
  5. عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
  6. لَاlaatidak
  7. نَسْأَلُكَnas'alukaKami meminta kepadamu
  8. رِزْقًاrizqanrezeki
  9. نَحْنُnahnuKami
  10. نَرْزُقُكَnarzuqukaKami memberimu rezeki
  11. وَالْعَاقِبَةُwa-l-'aaqibatudan kesudahan
  12. لِلتَّقْوَىٰli-t-taqwaakepada ketakwaan

Inti bacaan

Instruksi kepada keluarga sendiri untuk melaksanakan kewajiban terstruktur (salat), disertai jaminan penting: 'Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu', kewajiban spiritual tidak dikaitkan dengan beban ekonomi, membebaskan dari kekhawatiran bahwa ketaatan akan mengurangi penghidupan. Konkretnya: memimpin keluarga sendiri dalam menjalankan kewajiban terstruktur secara konsisten (dengan kesabaran, bukan paksaan) adalah tanggung jawab yang dicontohkan, disertai keyakinan bahwa fokus pada tanggung jawab spiritual tidak akan mengorbankan kebutuhan materi.

Penjelasan pilihan kata

Instruksi salat di sini secara eksplisit ditujukan untuk diperintahkan kepada keluarga, bukan hanya dijalankan sendiri: memperluas tanggung jawab peribadatan ke lingkup rumah tangga, sejalan dengan pola yang sama di 19:55 (Ismail).

Tafsiran

Ayat ini menyandingkan perintah salat dengan penegasan bahwa Allah tidak bergantung pada rezeki manusia: sebuah pengingat bahwa peribadatan bukan transaksi, melainkan hubungan di mana Allah yang justru memberi, bukan meminta.

Renungan dan Hikmah

  • Perintah salat di sini digandeng langsung dengan penegasan bahwa Allah tidak memerlukan apa pun dari manusia, salat bukan pemberian kepada Allah, melainkan tindakan yang manfaatnya kembali kepada pelakunya sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “… keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan s…”. Dalam ayat ini, 'salaah' bertakrif (memakai kata sandang al-). salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar').