وَقَالُوا لَوْلَا يَأْتِينَا بِآيَةٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ أَوَلَمْ تَأْتِهِمْ بَيِّنَةُ مَا فِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰ

Mereka berkata, “Mengapa dia tidak membawa tanda kepada kami dari Tuhannya?” Bukankah telah datang kepada mereka bukti nyata yang tersebut di dalam kitab-kitab terdahulu?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَقَالُوا لَوْلَا يَأْتِينَا بِآيَةٍ مِنْ رَبِّهِwa-qaaluu lawlaa ya'tiinaa bi-aayatin min rabbihimereka berkata, mengapa dia tidak membawa tanda kepada kami dari Tuhannya
  2. أَوَلَمْ تَأْتِهِمْ بَيِّنَةُ مَا فِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰa-wa-lam ta'tihim bayyinatu maa fii sh-shuhufi l-uulaabukankah telah datang kepada mereka bukti nyata yang tersebut di dalam kitab-kitab terdahulu

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. لَوْلَاlawlaamengapa tidak
  3. يَأْتِينَاya'tiinaadatang kepada kami
  4. بِآيَةٍbi-aayatindengan tanda
  5. مِنْmindari
  6. رَبِّهِrabbihiTuhannya
  7. أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
  8. تَأْتِهِمْta'tihimdatang kepada mereka
  9. بَيِّنَةُbayyinatubukti nyata
  10. مَاmaaapa yang
  11. فِيfiidi dalam
  12. الصُّحُفِsh-shuhufilembaran-lembaran
  13. الْأُولَىٰl-uulaayang terdahulu

Inti bacaan

Tuntutan bukti tambahan dijawab dengan mengarahkan pada bukti yang sudah tersedia: 'bukankah telah datang kepada mereka bukti nyata yang tersebut di dalam kitab-kitab terdahulu?', permintaan tanda baru sering mengabaikan bukti yang sudah ada, sebuah pola yang perlu disadari saat terus-menerus menuntut validasi tambahan.

Penjelasan pilihan kata

'Tanda' (aayah) dan 'bukti nyata' (bayyinah): dua kata berbeda akar yang dijaga terpisah dalam satu ayat yang sama; permintaan tanda baru dijawab dengan menunjuk pada bukti yang sudah ada dari kitab-kitab sebelumnya.

Tafsiran

Pertanyaan yang menuntut tanda baru ini dijawab dengan pertanyaan balik: bukti yang sudah ada dalam kitab-kitab terdahulu seharusnya sudah cukup, sebuah respons yang menyiratkan permintaan mereka bukan soal kekurangan bukti.

Renungan dan Hikmah

  • Yang mereka tuntut satu tanda lagi dari Tuhannya. Permintaannya masuk akal di permukaan. Tetapi tuntutan bukti baru sering datang dari orang yang belum memeriksa bukti yang sudah ada di tangannya.
  • Allah tidak menambah tanda; Dia bertanya balik, bukankah telah datang bukti nyata. Permintaannya tidak dipenuhi dan tidak pula ditolak. Ia dikembalikan kepada yang sudah mereka lewati.
  • Bukti yang Allah tunjuk berada di kitab-kitab terdahulu, bukan sesuatu yang baru. Ia sudah lama tersedia. Yang kurang bukan penyediaannya, melainkan kesediaan menengok apa yang sudah disediakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.