وَقَالُوا لَوْلَا يَأْتِينَا بِآيَةٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ أَوَلَمْ تَأْتِهِمْ بَيِّنَةُ مَا فِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰ

Mereka berkata, “Mengapa dia tidak membawa tanda kepada kami dari Tuhannya?” Bukankah telah datang kepada mereka bukti nyata yang tersebut di dalam kitab-kitab terdahulu?

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَقَالُوا لَوْلَا يَأْتِينَا بِآيَةٍ مِنْ رَبِّهِwa-qaaluu lawlaa ya'tiinaa bi-aayatin min rabbihimereka berkata, mengapa dia tidak membawa tanda kepada kami dari Tuhannya
  2. أَوَلَمْ تَأْتِهِمْ بَيِّنَةُ مَا فِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰa-wa-lam ta'tihim bayyinatu maa fii s-suhufi l-uulaabukankah telah datang kepada mereka bukti nyata yang tersebut di dalam kitab-kitab terdahulu
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda' (keputusan Pak FD 16 Jul, tanpa pengecualian; lih.). Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti. sebagian penerjemah: 'And they say: “Oh, that he would but bring us a proof from his Lord!” Has there not come to them clear evidence of what is in the former scriptures?'

Aplikasi

Tuntutan bukti tambahan dijawab dengan mengarahkan pada bukti yang sudah tersedia: 'bukankah telah datang kepada mereka bukti nyata yang tersebut di dalam kitab-kitab terdahulu?', permintaan tanda baru sering mengabaikan bukti yang sudah ada, sebuah pola yang perlu disadari saat terus-menerus menuntut validasi tambahan.