وَلَوْ أَنَّا أَهْلَكْنَاهُمْ بِعَذَابٍ مِنْ قَبْلِهِ لَقَالُوا رَبَّنَا لَوْلَا أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولًا فَنَتَّبِعَ آيَاتِكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَذِلَّ وَنَخْزَىٰ
Seandainya Kami binasakan mereka dengan suatu siksaan sebelum itu, tentulah mereka berkata, “Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami sehingga kami mengikuti tanda-tanda-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah?”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَوْ أَنَّا أَهْلَكْنَاهُمْ بِعَذَابٍ مِنْ قَبْلِهِwa-law annaa ahlaknaahum bi-'adzaabin min qablihiseandainya Kami binasakan mereka dengan suatu siksaan sebelum itu
- لَقَالُوا رَبَّنَا لَوْلَا أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولًاla-qaaluu rabbanaa lawlaa arsalta ilaynaa rasuulantentulah mereka berkata, ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami
- فَنَتَّبِعَ آيَاتِكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَذِلَّ وَنَخْزَىٰfa-nattabi'a aayaatika min qabli an nadzilla wa-nakhzaasehingga kami mengikuti tanda-tanda-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah
Terjemahan per kata (19 kata)
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- أَنَّاannaabahwa Kami
- أَهْلَكْنَاهُمْahlaknaahumKami membinasakan mereka
- بِعَذَابٍbi-'adzaabindengan azab
- مِنْmindari
- قَبْلِهِqablihisebelumnya
- لَقَالُواla-qaaluusungguh mereka akan berkata
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- لَوْلَاlawlaamengapa tidak
- أَرْسَلْتَarsaltaEngkau mengutus
- إِلَيْنَاilaynaakepada kami
- رَسُولًاrasuulanseorang rasul
- فَنَتَّبِعَfa-nattabi'amaka kami mengikuti
- آيَاتِكَaayaatikatanda-tanda-Mu
- مِنْmindari
- قَبْلِqablisebelum
- أَنْanbahwa
- نَذِلَّnadzillakami hina
- وَنَخْزَىٰwa-nakhzaadan kami dihinakan
Inti bacaan
Skenario hipotetis yang masuk akal: seandainya dibinasakan tanpa peringatan, mereka akan protes 'mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami?', argumen ini menunjukkan bahwa memberi peringatan terlebih dahulu adalah bentuk keadilan prosedural sebelum menjatuhkan konsekuensi.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menjelaskan salah satu alasan mengapa rasul diutus sebelum azab dijatuhkan: mencegah alasan di kemudian hari bahwa mereka tidak sempat diberi peringatan yang jelas.
Tafsiran
Skenario hipotetis ini menunjukkan keadilan yang mendasari pengutusan rasul, bukan formalitas semata, melainkan pencegahan agar tidak ada alasan sah untuk mengklaim ketiadaan peringatan sebelum konsekuensi ditimpakan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut seandainya mereka dibinasakan sebelum rasul datang, tentu mereka menuntut. Dalihnya dibayangkan lebih dahulu. Pengutusan itu sendiri menutup alasan yang belum sempat diajukan.
- Kalimat yang Allah rekam berakhir dengan sebelum kami terhina dan tercela. Dua kata. Yang mereka takutkan bukan azabnya, melainkan malunya.
- Seluruhnya disampaikan sebagai pengandaian yang tak terjadi. Rasul sudah datang. Yang diperlihatkan bukan nasib mereka, melainkan bahwa alasan itu sudah dihapus lebih dahulu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti. '