بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ

Telah dekat kepada manusia perhitungan mereka, sedang mereka dalam kelalaian, berpaling.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْiqtaraba li-n-naasi hisaabuhumtelah dekat kepada manusia perhitungan mereka
  2. وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَwa-hum fii ghaflatin mu'riduunasedang mereka dalam kelalaian, berpaling
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-r-b, n-w-s, h-s-b, gh-f-l, '-r-d): iqtaraba diterjemahkan 'telah dekat' (akar q-r-b); hisaab diterjemahkan 'perhitungan' (akar h-s-b); ghaflah diterjemahkan 'kelalaian' (akar gh-f-l); mu'riduun diterjemahkan 'berpaling' (akar '-r-d). Selaras.

Aplikasi

Frasa 'telah dekat... perhitungan mereka, sedang mereka dalam kelalaian, berpaling' menunjukkan jarak antara kedekatan objektif hari perhitungan dan jarak subjektif yang dirasakan manusia, dekat secara nyata, tapi terasa jauh karena keasyikan berpaling. Konkretnya: jangan biarkan rasa 'masih lama' meninabobokan evaluasi diri, periksa hidup sekarang seakan waktunya sudah dekat, bukan menunda refleksi sampai ada tanda yang memaksa.