بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ

Telah dekat kepada manusia perhitungan mereka, sedang mereka dalam kelalaian, berpaling.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْiqtaraba li-n-naasi hisaabuhumtelah dekat kepada manusia perhitungan mereka
  2. وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَwa-hum fii ghaflatin mu'ridhuunasedang mereka dalam kelalaian, berpaling

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. اقْتَرَبَiqtarabatelah dekat
  2. لِلنَّاسِli-n-naasikepada manusia
  3. حِسَابُهُمْhisaabuhumperhitungan mereka
  4. وَهُمْwa-humdan mereka
  5. فِيfiidalam
  6. غَفْلَةٍghaflatinkelalaian
  7. مُعْرِضُونَmu'ridhuunaberpaling menolak

Inti bacaan

Frasa 'telah dekat. perhitungan mereka, sedang mereka dalam kelalaian, berpaling' menunjukkan jarak antara kedekatan objektif hari perhitungan dan jarak subjektif yang dirasakan manusia, dekat secara nyata, tapi terasa jauh karena keasyikan berpaling. Konkretnya: jangan biarkan rasa 'masih lama' meninabobokan evaluasi diri, periksa hidup sekarang seakan waktunya sudah dekat, bukan menunda refleksi sampai ada tanda yang memaksa.

Penjelasan pilihan kata

Ayat pembuka ini langsung menyatakan kedekatan perhitungan tanpa basa-basi, kontras dengan kelalaian manusia yang justru berpaling darinya.

Tafsiran

Surah ini dibuka dengan peringatan tajam tentang kedekatan waktu perhitungan, bukan sebagai ancaman jauh di masa depan, melainkan sesuatu yang sudah dekat namun tidak disadari karena kelalaian.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut perhitungan mereka telah dekat, sedangkan mereka lalai dan berpaling. Dua keadaan dalam satu kalimat pendek. Yang dekat dan yang tidak terasa dekat diletakkan bersebelahan tanpa dijembatani apa pun.
  • Dua kata dipakai berurutan: lalai, dan berpaling. Yang pertama tanpa sengaja, yang kedua dengan sengaja. Kelalaian yang dibiarkan cukup lama memang berubah menjadi keputusan tanpa pernah diucapkan.
  • Allah membuka surah ini langsung dengan kalimat itu, tanpa satu pun pengantar. Pembacanya disambut oleh keterangan tentang waktu yang menipis. Ada pembicaraan yang memang tidak punya ruang untuk basa-basi di depannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-r-b, n-w-s, h-s-b, gh-f-l, '-r-d): iqtaraba diterjemahkan 'telah dekat' (akar q-r-b); hisaab diterjemahkan 'perhitungan' (akar h-s-b); ghaflah diterjemahkan 'kelalaian' (akar gh-f-l); mu'riduun diterjemahkan 'berpaling' (akar '-r-d). Selaras.