Ayat 21:2

مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ

Tidaklah datang kepada mereka peringatan yang baru dari Tuhan mereka, kecuali mereka mendengarkannya sambil bermain-main,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍmaa ya'tiihim min dzikrin min rabbihim muhdatsintidaklah datang kepada mereka peringatan yang baru dari Tuhan mereka
  2. إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَillaa stama'uuhu wa-hum yal'abuunakecuali mereka mendengarkannya sambil bermain-main

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. مَاmaatidaklah
  2. يَأْتِيهِمْya'tiihimdatang kepada mereka
  3. مِنْmindari
  4. ذِكْرٍdzikrinperingatan
  5. مِنْmindari
  6. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  7. مُحْدَثٍmuhdatsinyang baru
  8. إِلَّاillaakecuali
  9. اسْتَمَعُوهُstama'uuhumereka mendengarkannya
  10. وَهُمْwa-humdan mereka
  11. يَلْعَبُونَyal'abuunamereka bermain

Inti bacaan

Setiap 'peringatan yang baru' yang datang hanya didengarkan 'sambil bermain-main', bukan sekali menolak, melainkan pola berulang: pesan datang segar, direspons sebagai hiburan sekilas. Konkretnya: uji diri apakah nasihat atau teguran yang kau terima benar-benar kau dengarkan, atau hanya kau tanggapi setengah hati sambil pikiran melayang ke hal lain, pendengaran yang main-main adalah penolakan yang menyamar.

Penjelasan pilihan kata

'Peringatan' (dzikr): facet inti yang sama dipertahankan konsisten sepanjang teks, kini menggambarkan respons buruk manusia yang mendengarkan tanpa kesungguhan.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan pola berulang: setiap kali peringatan baru datang, responsnya sama, didengar tapi tidak diserap, dijadikan permainan alih-alih direnungkan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut peringatan itu baru dari Tuhan mereka. Bukan pengulangan. Yang datang segar pun ditanggapi dengan cara yang sama seperti yang sudah lama.
  • Allah menyebut mereka mendengarkannya. Bukan menolak mendengar. Yang jadi soal bukan ketidakhadiran telinga, melainkan apa yang menyertainya.
  • Keterangan yang Allah tambahkan: sambil bermain-main. Satu kata yang mengubah seluruh perbuatan tadi. Mendengar dengan setengah perhatian ternyata dicatat berbeda dari mendengar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.

Ayat 21:3

لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ ۗ وَأَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُوا هَلْ هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ ۖ أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ

hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka, orang-orang yang zalim itu, merahasiakan pembicaraan, “Bukankah ini tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kalian? Apakah kalian mengikuti sihir itu padahal kalian menyaksikannya?”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْlaahiyatan quluubuhumhati mereka dalam keadaan lalai
  2. وَأَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُواwa-asarruu n-najwaa lladziina zhalamuudan mereka, orang-orang yang zalim itu, merahasiakan pembicaraan
  3. هَلْ هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْhal haadzaa illaa basyarun mitslukumbukankah ini tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kalian
  4. أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَa-fa-ta'tuuna s-sihra wa-antum tubshiruunaapakah kalian mengikuti sihir itu padahal kalian menyaksikannya

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. لَاهِيَةًlaahiyatanyang lalai
  2. قُلُوبُهُمْquluubuhumhati mereka
  3. وَأَسَرُّواwa-asarruudan mereka merahasiakan
  4. النَّجْوَىn-najwaabisikan
  5. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  6. ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
  7. هَلْhalapakah
  8. هَٰذَاhaadzaaini
  9. إِلَّاillaakecuali
  10. بَشَرٌbasyarunmanusia
  11. مِثْلُكُمْmitslukumseperti kalian
  12. أَفَتَأْتُونَa-fa-ta'tuunamaka apakah kalian mendatangi
  13. السِّحْرَs-sihrasihir
  14. وَأَنْتُمْwa-antumpadahal kalian
  15. تُبْصِرُونَtubshiruunakalian memperhatikan

Inti bacaan

Tuduhan mereka berputar pada satu alasan dangkal: 'ini tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kalian', familiaritas dengan pembawa pesan dijadikan alasan menolak pesannya, bukan menilai isinya. Konkretnya: jangan menolak kebenaran atau kritik hanya karena datang dari orang biasa yang kau kenal sehari-hari, nilai isi ucapannya, bukan status sosial siapa yang mengucapkannya.

Penjelasan pilihan kata

'Seorang manusia seperti kalian': argumen yang sama akan dijawab langsung di 21:8, yang menegaskan bahwa para rasul memang manusia yang makan dan fana, bukan bantahan atas tuduhan ini melainkan penegasan positifnya.

Tafsiran

Pembicaraan rahasia ini mengungkap dua tuduhan sekaligus: kemanusiaan Nabi dipakai untuk meragukan kenabiannya, dan pesan yang dibawanya disebut sihir, dua serangan yang akan dijawab satu per satu di ayat-ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimatnya menyebut mereka merahasiakan pembicaraan, lalu isinya dikutip lengkap. Yang dirahasiakan tetap tercatat. Allah membiarkan pembacanya mendengar apa yang mereka kira tidak ada yang mendengar.
  • Keberatan mereka bukan tentang isi pesannya, melainkan bahwa pembawanya manusia seperti mereka. Kedekatan dijadikan alasan menolak. Yang setiap hari terlihat memang paling sulit dipercaya membawa sesuatu yang besar.
  • Kalimat mereka sendiri mengaku bahwa mereka menyaksikannya. Penglihatan itu diakui. Dan Allah merekam pengakuan itu di dalam kalimat penolakan mereka sendiri, sehingga bantahan dan buktinya berdiri di baris yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.