مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ
Tidaklah datang kepada mereka peringatan yang baru dari Tuhan mereka, kecuali mereka mendengarkannya sambil bermain-main,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍmaa ya'tiihim min dzikrin min rabbihim muhdatsintidaklah datang kepada mereka peringatan yang baru dari Tuhan mereka
- إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَillaa stama'uuhu wa-hum yal'abuunakecuali mereka mendengarkannya sambil bermain-main
Terjemahan per kata (11 kata)
- مَاmaatidaklah
- يَأْتِيهِمْya'tiihimdatang kepada mereka
- مِنْmindari
- ذِكْرٍdzikrinperingatan
- مِنْmindari
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- مُحْدَثٍmuhdatsinyang baru
- إِلَّاillaakecuali
- اسْتَمَعُوهُstama'uuhumereka mendengarkannya
- وَهُمْwa-humdan mereka
- يَلْعَبُونَyal'abuunamereka bermain
Inti bacaan
Setiap 'peringatan yang baru' yang datang hanya didengarkan 'sambil bermain-main', bukan sekali menolak, melainkan pola berulang: pesan datang segar, direspons sebagai hiburan sekilas. Konkretnya: uji diri apakah nasihat atau teguran yang kau terima benar-benar kau dengarkan, atau hanya kau tanggapi setengah hati sambil pikiran melayang ke hal lain, pendengaran yang main-main adalah penolakan yang menyamar.
Penjelasan pilihan kata
'Peringatan' (dzikr): facet inti yang sama dipertahankan konsisten sepanjang teks, kini menggambarkan respons buruk manusia yang mendengarkan tanpa kesungguhan.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan pola berulang: setiap kali peringatan baru datang, responsnya sama, didengar tapi tidak diserap, dijadikan permainan alih-alih direnungkan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut peringatan itu baru dari Tuhan mereka. Bukan pengulangan. Yang datang segar pun ditanggapi dengan cara yang sama seperti yang sudah lama.
- Allah menyebut mereka mendengarkannya. Bukan menolak mendengar. Yang jadi soal bukan ketidakhadiran telinga, melainkan apa yang menyertainya.
- Keterangan yang Allah tambahkan: sambil bermain-main. Satu kata yang mengubah seluruh perbuatan tadi. Mendengar dengan setengah perhatian ternyata dicatat berbeda dari mendengar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.