مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ

Tidaklah datang kepada mereka peringatan yang baru dari Tuhan mereka, kecuali mereka mendengarkannya sambil bermain-main,

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍmaa ya'tiihim min dzikrin min rabbihim muhdatsintidaklah datang kepada mereka peringatan yang baru dari Tuhan mereka
  2. إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَillaa stama'uuhu wa-hum yal'abuunakecuali mereka mendengarkannya sambil bermain-main
Catatan pilihan kata (ringkas)

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: passthrough terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (probe 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = passthrough (cabang mata-hati didokumentasi). ⚠ Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. Lih.. of dariir'; glos ilahi: 'He who sees all things, both what are apparent and what are occult, WITHOUT ANY ORGAN'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.

Aplikasi

Setiap 'peringatan yang baru' yang datang hanya didengarkan 'sambil bermain-main', bukan sekali menolak, melainkan pola berulang: pesan datang segar, direspons sebagai hiburan sekilas. Konkretnya: uji diri apakah nasihat atau teguran yang kau terima benar-benar kau dengarkan, atau hanya kau tanggapi setengah hati sambil pikiran melayang ke hal lain, pendengaran yang main-main adalah penolakan yang menyamar.