لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ ۗ وَأَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُوا هَلْ هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ ۖ أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ
hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka, orang-orang yang zalim itu, merahasiakan pembicaraan, “Bukankah ini tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kalian? Apakah kalian mengikuti sihir itu padahal kalian menyaksikannya?”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْlaahiyatan quluubuhumhati mereka dalam keadaan lalai
- وَأَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُواwa-asarruu n-najwaa lladziina zhalamuudan mereka, orang-orang yang zalim itu, merahasiakan pembicaraan
- هَلْ هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْhal haadzaa illaa basyarun mitslukumbukankah ini tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kalian
- أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَa-fa-ta'tuuna s-sihra wa-antum tubshiruunaapakah kalian mengikuti sihir itu padahal kalian menyaksikannya
Terjemahan per kata (15 kata)
- لَاهِيَةًlaahiyatanyang lalai
- قُلُوبُهُمْquluubuhumhati mereka
- وَأَسَرُّواwa-asarruudan mereka merahasiakan
- النَّجْوَىn-najwaabisikan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
- هَلْhalapakah
- هَٰذَاhaadzaaini
- إِلَّاillaakecuali
- بَشَرٌbasyarunmanusia
- مِثْلُكُمْmitslukumseperti kalian
- أَفَتَأْتُونَa-fa-ta'tuunamaka apakah kalian mendatangi
- السِّحْرَs-sihrasihir
- وَأَنْتُمْwa-antumpadahal kalian
- تُبْصِرُونَtubshiruunakalian memperhatikan
Inti bacaan
Tuduhan mereka berputar pada satu alasan dangkal: 'ini tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kalian', familiaritas dengan pembawa pesan dijadikan alasan menolak pesannya, bukan menilai isinya. Konkretnya: jangan menolak kebenaran atau kritik hanya karena datang dari orang biasa yang kau kenal sehari-hari, nilai isi ucapannya, bukan status sosial siapa yang mengucapkannya.
Penjelasan pilihan kata
'Seorang manusia seperti kalian': argumen yang sama akan dijawab langsung di 21:8, yang menegaskan bahwa para rasul memang manusia yang makan dan fana, bukan bantahan atas tuduhan ini melainkan penegasan positifnya.
Tafsiran
Pembicaraan rahasia ini mengungkap dua tuduhan sekaligus: kemanusiaan Nabi dipakai untuk meragukan kenabiannya, dan pesan yang dibawanya disebut sihir, dua serangan yang akan dijawab satu per satu di ayat-ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Kalimatnya menyebut mereka merahasiakan pembicaraan, lalu isinya dikutip lengkap. Yang dirahasiakan tetap tercatat. Allah membiarkan pembacanya mendengar apa yang mereka kira tidak ada yang mendengar.
- Keberatan mereka bukan tentang isi pesannya, melainkan bahwa pembawanya manusia seperti mereka. Kedekatan dijadikan alasan menolak. Yang setiap hari terlihat memang paling sulit dipercaya membawa sesuatu yang besar.
- Kalimat mereka sendiri mengaku bahwa mereka menyaksikannya. Penglihatan itu diakui. Dan Allah merekam pengakuan itu di dalam kalimat penolakan mereka sendiri, sehingga bantahan dan buktinya berdiri di baris yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.