بَلْ قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ بَلِ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ فَلْيَأْتِنَا بِآيَةٍ كَمَا أُرْسِلَ الْأَوَّلُونَ

Bahkan, mereka berkata, “Mimpi-mimpi kosong. Malah, dia merekayasanya. Lebih dari itu, dia seorang penyair. Maka, hendaklah dia mendatangkan kepada kami suatu tanda sebagaimana rasul-rasul yang diutus terdahulu.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. بَلْ قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍbal qaaluu adghaatsu ahlaaminbahkan mereka berkata, mimpi-mimpi kosong
  2. بَلِ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌbali ftaraahu bal huwa shaa'irunmalah dia merekayasanya, lebih dari itu, dia seorang penyair
  3. فَلْيَأْتِنَا بِآيَةٍ كَمَا أُرْسِلَ الْأَوَّلُونَfa-l-ya'tinaa bi-aayatin kamaa ursila l-awwaluunamaka hendaklah dia mendatangkan kepada kami suatu tanda sebagaimana rasul-rasul yang diutus terdahulu
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda' (keputusan Pak FD 16 Jul, tanpa pengecualian; lih.). Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti. · akar h-l-m di ayat ini = cabang MIMPI (adghaathu ahlaam), bukan hilm; lih.. sebagian penerjemah: '“But,”, they say, “a confused medley of dreams; but he has invented it; but he is a poet. So let him bring us a proof like that sent to the former peoples!”'

Aplikasi

Tuduhan mereka berganti-ganti dan saling bertentangan, mimpi kosong, rekayasa, syair, sebelum akhirnya menuntut tanda; pergeseran alasan ini sendiri adalah bukti penolakan tanpa argumen konsisten. Konkretnya: waspadai saat kritik terhadapmu terus berubah-ubah alasan dari satu tuduhan ke tuduhan lain yang tak nyambung, itu tanda penolakan emosional yang mencari-cari alasan, bukan keberatan jujur yang bisa dijawab.