مَا آمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا ۖ أَفَهُمْ يُؤْمِنُونَ
Tidak ada satu negeri pun sebelum mereka yang Kami binasakan itu beriman; maka apakah mereka akan beriman?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَا آمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَاmaa aamanat qablahum min qaryatin ahlaknaahaatidak ada satu negeri pun sebelum mereka yang Kami binasakan itu beriman
- أَفَهُمْ يُؤْمِنُونَa-fa-hum yu'minuunamaka apakah mereka akan beriman
Terjemahan per kata (8 kata)
- مَاmaatidaklah
- آمَنَتْaamanatberiman
- قَبْلَهُمْqablahumsebelum mereka
- مِنْmindari
- قَرْيَةٍqaryatinnegeri
- أَهْلَكْنَاهَاahlaknaahaaKami membinasakannya
- أَفَهُمْa-fa-hummaka apakah mereka
- يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
Inti bacaan
Pola historis: negeri-negeri yang telah dibinasakan sebelumnya pun tidak beriman; pertanyaan retoris 'maka apakah mereka akan beriman?' menyingkap bahwa kekurangan bukan pada bukti, melainkan pada kemauan. Konkretnya: jangan menunggu bukti spektakuler untuk berubah, jika bukti yang sudah ada tidak menggerakkan hati, bukti tambahan pun tidak akan berhasil; masalahnya ada di kesediaan menerima, bukan di jumlah data.
Penjelasan pilihan kata
Pertanyaan retoris ini membandingkan generasi sekarang dengan pola historis generasi terdahulu yang dibinasakan karena tidak beriman meski sudah diberi tanda.
Tafsiran
Ayat ini menyisipkan skeptisisme tentang permintaan tanda di ayat sebelumnya, bahkan generasi terdahulu yang sudah dibinasakan pun tidak beriman meski diberi tanda, sehingga permintaan tanda baru tidak menjamin keimanan.
Renungan dan Hikmah
- Allah membandingkan mereka dengan negeri-negeri yang sudah dibinasakan, dan menyebut tak satu pun dari negeri itu beriman. Perbandingannya diambil dari yang sudah selesai riwayatnya. Sesuatu yang sudah punya hasil lebih menerangkan daripada sesuatu yang masih diperdebatkan.
- Ayat ini ditutup dengan pertanyaan maka apakah mereka akan beriman, tanpa jawaban. Kesimpulannya diserahkan. Pertanyaan yang jawabannya sudah tersirat dari kalimat sebelumnya tidak memerlukan siapa pun untuk mengucapkannya.
- Kalimat ini menjawab permintaan tanda pada ayat sebelumnya, dan jawabannya menunjuk pada riwayat, bukan pada bukti baru. Allah tidak menambah tanda. Yang ditunjukkan justru bahwa menambah tanda belum pernah menjadi jawabannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-m-n, q-b-l, q-r-y, h-l-k): aamanat diterjemahkan 'beriman' (akar '-m-n); ahlaknaahaa diterjemahkan 'membinasakannya' (akar h-l-k). gloss '(penduduk)/(padahal telah Kami kirimkan bukti)/(penduduk Makkah)/(jika Kami kirimkan bukti)' dibuang.