مَا آمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا ۖ أَفَهُمْ يُؤْمِنُونَ
Tidak ada satu negeri pun sebelum mereka yang Kami binasakan itu beriman; maka apakah mereka akan beriman?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَا آمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَاmaa aamanat qablahum min qaryatin ahlaknaahaatidak ada satu negeri pun sebelum mereka yang Kami binasakan itu beriman
- أَفَهُمْ يُؤْمِنُونَa-fa-hum yu'minuunamaka apakah mereka akan beriman
Aplikasi
Pola historis: negeri-negeri yang telah dibinasakan sebelumnya pun tidak beriman; pertanyaan retoris 'maka apakah mereka akan beriman?' menyingkap bahwa kekurangan bukan pada bukti, melainkan pada kemauan. Konkretnya: jangan menunggu bukti spektakuler untuk berubah, jika bukti yang sudah ada tidak menggerakkan hati, bukti tambahan pun tidak akan berhasil; masalahnya ada di kesediaan menerima, bukan di jumlah data.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-m-n, q-b-l, q-r-y, h-l-k): aamanat diterjemahkan 'beriman' (akar '-m-n); ahlaknaahaa diterjemahkan 'membinasakannya' (akar h-l-k). gloss '(penduduk)/(padahal telah Kami kirimkan bukti)/(penduduk Makkah)/(jika Kami kirimkan bukti)' dibuang.