وَمَا جَعَلْنَاهُمْ جَسَدًا لَا يَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَمَا كَانُوا خَالِدِينَ

Dan Kami tidak menjadikan mereka jasad yang tidak memakan makanan, dan mereka bukanlah orang-orang yang kekal.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَا جَعَلْنَاهُمْ جَسَدًا لَا يَأْكُلُونَ الطَّعَامَwa-maa ja'alnaahum jasadan laa ya'kuluuna t-ta'aamadan Kami tidak menjadikan mereka jasad yang tidak memakan makanan
  2. وَمَا كَانُوا خَالِدِينَwa-maa kaanuu khaalidiinadan mereka bukanlah orang-orang yang kekal
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar j-'-l, j-s-d, a-k-l, t-'-m, k-w-n, kh-l-d): jasad diterjemahkan 'jasad'; laa ya'kuluuna t-ta'aam diterjemahkan 'tidak memakan makanan' (akar '-k-l + akar t-'-m); khaalidiin diterjemahkan 'kekal' (akar kh-l-d), para rasul adalah manusia yang makan dan fana. gloss '(para utusan)' dibuang.

Aplikasi

Rasul-rasul 'tidak dijadikan jasad yang tidak memakan makanan' dan 'bukanlah orang-orang yang kekal', mereka manusia biasa yang makan dan fana, bukan sosok adikodrati. Konkretnya: jangan menuntut pemimpin, panutan, atau dirimu sendiri untuk seolah kebal dari kebutuhan dan keterbatasan manusiawi, otoritas moral sejati tidak memerlukan sosok yang melampaui batas kemanusiaan biasa.