وَمَا جَعَلْنَاهُمْ جَسَدًا لَا يَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَمَا كَانُوا خَالِدِينَ

Dan Kami tidak menjadikan mereka jasad yang tidak memakan makanan, dan mereka bukanlah orang-orang yang kekal.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا جَعَلْنَاهُمْ جَسَدًا لَا يَأْكُلُونَ الطَّعَامَwa-maa ja'alnaahum jasadan laa ya'kuluuna th-tha'aamadan Kami tidak menjadikan mereka jasad yang tidak memakan makanan
  2. وَمَا كَانُوا خَالِدِينَwa-maa kaanuu khaalidiinadan mereka bukanlah orang-orang yang kekal

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. جَعَلْنَاهُمْja'alnaahumKami menjadikan mereka
  3. جَسَدًاjasadanjasad
  4. لَاlaatidak
  5. يَأْكُلُونَya'kuluunamereka makan
  6. الطَّعَامَth-tha'aamamakanan
  7. وَمَاwa-maadan tidaklah
  8. كَانُواkaanuumereka adalah
  9. خَالِدِينَkhaalidiinakekal

Inti bacaan

Rasul-rasul 'tidak dijadikan jasad yang tidak memakan makanan' dan 'bukanlah orang-orang yang kekal', mereka manusia biasa yang makan dan fana, bukan sosok adikodrati. Konkretnya: jangan menuntut pemimpin, panutan, atau dirimu sendiri untuk seolah kebal dari kebutuhan dan keterbatasan manusiawi, otoritas moral sejati tidak memerlukan sosok yang melampaui batas kemanusiaan biasa.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini menegaskan langsung apa yang dipertanyakan sinis di 21:3 ('manusia seperti kalian'), bukan kelemahan yang perlu dibantah, melainkan kenyataan yang diafirmasi: para rasul memang manusia biasa yang makan dan fana.

Tafsiran

Alih-alih membantah tuduhan kemanusiaan Nabi, ayat ini justru menegaskannya sebagai fakta yang disengaja: kenabian tidak memerlukan sifat adikodrati seperti tidak makan atau abadi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyangkal dua anggapan sekaligus: bahwa para rasul jasad yang tidak makan, dan bahwa mereka kekal. Dua-duanya tentang tubuh. Yang diluruskan bukan kedudukan mereka, melainkan bayangan orang tentang bentuk fisik seorang utusan.
  • Bukti yang dipakai sesederhana kebiasaan makan. Bukan silsilah atau mukjizat. Sesuatu yang bisa disaksikan setiap hari dijadikan penjawab atas keberatan yang diucapkan dengan nada besar.
  • Bagian keduanya menyebut mereka bukan orang-orang yang kekal. Allah menutup harapan yang diam-diam dipasang orang pada pembawa pesan. Yang fana ternyata memang selalu fana, dan itu bukan cacat pada tugasnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-'-l, j-s-d, a-k-l, t-'-m, k-w-n, kh-l-d): jasad diterjemahkan 'jasad'; laa ya'kuluuna t-ta'aam diterjemahkan 'tidak memakan makanan' (akar '-k-l + akar t-'-m); khaalidiin diterjemahkan 'kekal' (akar kh-l-d), para rasul adalah manusia yang makan dan fana. gloss '(para utusan)' dibuang.