ثُمَّ صَدَقْنَاهُمُ الْوَعْدَ فَأَنْجَيْنَاهُمْ وَمَنْ نَشَاءُ وَأَهْلَكْنَا الْمُسْرِفِينَ

Kemudian Kami tepati janji kepada mereka, lalu Kami selamatkan mereka dan siapa yang Kami kehendaki, dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. ثُمَّ صَدَقْنَاهُمُ الْوَعْدَtsumma shadaqnaahumu l-wa'dakemudian Kami tepati janji kepada mereka
  2. فَأَنْجَيْنَاهُمْ وَمَنْ نَشَاءُfa-anjaynaahum wa-man nasyaa'ulalu Kami selamatkan mereka dan siapa yang Kami kehendaki
  3. وَأَهْلَكْنَا الْمُسْرِفِينَwa-ahlaknaa l-musrifiinadan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. صَدَقْنَاهُمُshadaqnaahumuKami membenarkan mereka
  3. الْوَعْدَl-wa'dajanji
  4. فَأَنْجَيْنَاهُمْfa-anjaynaahummaka Kami menyelamatkan mereka
  5. وَمَنْwa-mandan orang yang
  6. نَشَاءُnasyaa'uKami kehendaki
  7. وَأَهْلَكْنَاwa-ahlaknaadan Kami membinasakan
  8. الْمُسْرِفِينَl-musrifiinaorang-orang yang melampaui batas

Inti bacaan

Pola penyelamatan selalu berpasangan dengan konsekuensi: 'Kami selamatkan mereka. dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas', keadilan bukan cuma soal pertolongan bagi yang setia, tapi juga akibat nyata bagi yang melampaui batas. Konkretnya: percayalah bahwa kesetiaan pada jalan yang sulit akan dihargai meskipun pelaku pelanggaran di sekitarmu tampak lolos untuk sementara, pola sejarah menunjukkan perhitungan itu tetap datang.

Penjelasan pilihan kata

'Melampaui batas' (musrifiin): kata yang menandai bukan sekadar kesalahan, melainkan pelanggaran yang berlebihan, konsisten dipakai untuk pihak yang dibinasakan berulang di seluruh teks.

Tafsiran

Ayat ini merangkum pola nasib para rasul dan kaum mereka: janji ditepati, penyelamatan diberikan kepada yang layak, dan kebinasaan menimpa yang melampaui batas, sebuah ringkasan pola yang akan terus berulang dalam kisah-kisah nabi berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Yang disebut Allah pertama kali menepati janji, baru kemudian menyelamatkan dan membinasakan. Dua yang belakangan berdiri di atas yang pertama. Yang menentukan bukan siapa yang kuat pada hari itu, melainkan apa yang sudah dijanjikan jauh sebelumnya.
  • Selain para rasul, disebut pula siapa yang Kami kehendaki, tanpa dirinci sedikit pun. Daftarnya sengaja dibiarkan terbuka. Ada orang yang selamat tanpa pernah disebut namanya di dalam cerita, dan ayat ini menyediakan tempat bagi mereka.
  • Yang dibinasakan disebut orang-orang yang melampaui batas, bukan disebut dengan nama keyakinan mereka. Yang dipakai ukuran perbuatan. Allah memilih kata yang menunjuk seberapa jauh seseorang berjalan, bukan di kelompok mana ia berdiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-d-q, w-'-d, n-j-w, sh-y-a, h-l-k, s-r-f): sadaqnaahumu l-wa'd diterjemahkan 'menepati janji kepada mereka' (akar s-d-q + akar w-'-d); anjaynaahum diterjemahkan 'menyelamatkan mereka' (akar n-j-w); musrifiin diterjemahkan 'yang melampaui batas' (akar s-r-f). gloss '(para utusan)' dibuang.