لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Sungguh Kami telah menurunkan kepada kalian sebuah Kitab yang di dalamnya terdapat peringatan bagi kalian; maka tidakkah kalian berakal?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْlaqad anzalnaa ilaykum kitaaban fiihi dzikrukumsungguh Kami telah menurunkan kepada kalian sebuah Kitab yang di dalamnya terdapat peringatan bagi kalian
- أَفَلَا تَعْقِلُونَa-fa-laa ta'qiluunamaka tidakkah kalian berakal
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar n-z-l, k-t-b, dz-k-r, '-q-l): anzalnaa kitaaban diterjemahkan 'menurunkan Kitab' (akar n-z-l); dhikrukum diterjemahkan 'peringatan bagi kalian (kemuliaan kalian)' (akar dz-k-r); ta'qiluun diterjemahkan 'berakal' (akar '-q-l putaran EQL). gloss '(Al-Qur'an)' dibuang.
Aplikasi
Kitab yang diturunkan berisi 'peringatan bagi kalian' (dzikrukum, sekaligus 'kemuliaan kalian') dan ditutup seruan 'tidakkah kalian berakal?', wahyu ditujukan pada nalar, bukan kepatuhan buta. Konkretnya: hadapi teks dan ajaran dengan akal aktif, pertanyakan, renungkan, pahami, bukan menerimanya secara pasif tanpa pernah benar-benar berpikir tentangnya.