لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Sungguh Kami telah menurunkan kepada kalian sebuah Kitab yang di dalamnya terdapat peringatan bagi kalian; maka tidakkah kalian berakal?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْla-qad anzalnaa ilaykum kitaaban fiihi dzikrukumsungguh Kami telah menurunkan kepada kalian sebuah Kitab yang di dalamnya terdapat peringatan bagi kalian
  2. أَفَلَا تَعْقِلُونَa-fa-laa ta'qiluunamaka tidakkah kalian berakal

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. لَقَدْla-qadsungguh
  2. أَنْزَلْنَاanzalnaaKami menurunkan
  3. إِلَيْكُمْilaykumkepada kalian
  4. كِتَابًاkitaabankitab
  5. فِيهِfiihidi dalamnya
  6. ذِكْرُكُمْdzikrukumperingatan kalian
  7. أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
  8. تَعْقِلُونَta'qiluunakalian mengerti

Inti bacaan

Kitab yang diturunkan berisi 'peringatan bagi kalian' (dzikrukum, sekaligus 'kemuliaan kalian') dan ditutup seruan 'tidakkah kalian berakal?', wahyu ditujukan pada nalar, bukan kepatuhan buta. Konkretnya: hadapi teks dan ajaran dengan akal aktif, pertanyakan, renungkan, pahami, bukan menerimanya secara pasif tanpa pernah benar-benar berpikir tentangnya.

Penjelasan pilihan kata

'Peringatan bagi kalian' (dzikrukum), kembali ke facet inti dzikr, kini menyandang makna ganda: peringatan sekaligus sesuatu yang menyangkut kehormatan/kemuliaan penerimanya, sebuah kekayaan makna yang melekat pada kata yang sama.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan Kitab bukan sekadar teks luar, melainkan sesuatu yang secara langsung menyangkut kepentingan penerimanya sendiri: sebuah pertanyaan retoris yang mengundang penggunaan akal, bukan penolakan tanpa pertimbangan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut di dalamnya terdapat peringatan bagi kalian. Kata itu menempatkan Kitab sebagai urusan pembacanya sendiri, bukan barang asing yang datang dari luar. Sesuatu yang sudah disebut milikmu lebih sulit diabaikan daripada sesuatu yang cuma disodorkan.
  • Penutupnya bukan perintah, melainkan pertanyaan tentang akal. Yang diminta berpikir. Ayat yang menantang nalar pembacanya sedang mengandaikan bahwa isinya sanggup bertahan di bawah pemeriksaan.
  • Kalimatnya dibuka dengan penegasan bahwa Allah sudah menurunkannya, bukan akan. Perkaranya sudah selesai di pihak-Nya. Yang tersisa cuma bagian yang ada di tangan orang yang menerimanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-z-l, k-t-b, dz-k-r, '-q-l): anzalnaa kitaaban diterjemahkan 'menurunkan Kitab' (akar n-z-l); dhikrukum diterjemahkan 'peringatan bagi kalian (kemuliaan kalian)' (akar dz-k-r); ta'qiluun diterjemahkan 'berakal' (akar '-q-l putaran EQL). gloss '(Al-Qur'an)' dibuang.