وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَأَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا آخَرِينَ

Dan betapa banyak negeri yang zalim telah Kami hancurkan, dan Kami tumbuhkan setelahnya kaum yang lain.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةًwa-kam qashamnaa min qaryatin kaanat zhaalimatandan betapa banyak negeri yang zalim telah Kami hancurkan
  2. وَأَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا آخَرِينَwa-ansya'naa ba'dahaa qawman aakhariinadan Kami tumbuhkan setelahnya kaum yang lain

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَكَمْwa-kamdan betapa banyak
  2. قَصَمْنَاqashamnaaKami membinasakan
  3. مِنْmindari
  4. قَرْيَةٍqaryatinnegeri
  5. كَانَتْkaanatadalah
  6. ظَالِمَةًzhaalimatanyang zalim
  7. وَأَنْشَأْنَاwa-ansya'naadan Kami menumbuhkan
  8. بَعْدَهَاba'dahaasesudahnya
  9. قَوْمًاqawmankaum
  10. آخَرِينَaakhariinayang lain

Inti bacaan

'Betapa banyak negeri yang zalim telah Kami hancurkan, dan Kami tumbuhkan setelahnya kaum yang lain', kezaliman terstruktur tidak pernah permanen, sekuat apa pun tampaknya, karena sejarah terus mengganti satu kaum dengan kaum berikutnya. Konkretnya: jangan berasumsi sistem yang tidak adil akan bertahan selamanya hanya karena tampak kokoh sekarang, kezaliman secara struktural tidak berkelanjutan, cepat atau lambat digantikan.

Penjelasan pilihan kata

'Menumbuhkan' (ansha'naa): kata yang menekankan penciptaan baru, bukan sekadar penggantian, menandai bahwa kehancuran suatu kaum diikuti kemunculan kaum baru sepenuhnya, bukan kelanjutan dari sisa yang lama.

Tafsiran

Pola yang digambarkan di sini bersifat siklis: kehancuran bukan akhir mutlak dari kehidupan di suatu tempat, melainkan diikuti kemunculan kaum baru, sebuah kesinambungan sejarah yang terus berjalan.

Renungan dan Hikmah

  • Sesudah menyebut kehancuran, Allah memakai kata menumbuhkan untuk yang datang berikutnya. Bukan menggantikan. Kata itu dipinjam dari tanaman, dan ia mengandaikan tanah yang sama tetap dipakai lagi.
  • Kalimatnya dibuka dengan betapa banyak, bukan dengan satu contoh. Jumlahnya sengaja tidak disebutkan supaya terasa banyak. Sesuatu yang sudah terjadi berkali-kali berhenti terbaca sebagai kebetulan.
  • Yang disebut dihancurkan negeri yang zalim, bukan orang yang zalim. Yang runtuh susunannya. Kezaliman yang sudah menjadi tatanan memang tidak bisa diperbaiki orang per orang, dan yang digambarkan Allah di sini keruntuhan seluruh bangunannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-s-m, q-r-y, k-w-n, zh-l-m, n-sh-a, b-'-d, q-w-m, a-kh-r): qasamnaa diterjemahkan 'menghancurkan' (akar q-s-m); zhaalimah diterjemahkan 'zalim' (akar zh-l-m); ansha'naa diterjemahkan 'menumbuhkan (melahirkan)' (akar n-sh-'). gloss '(penduduk)/(sebagai penggantinya)' dibuang.