لَا تَرْكُضُوا وَارْجِعُوا إِلَىٰ مَا أُتْرِفْتُمْ فِيهِ وَمَسَاكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْأَلُونَ
“Janganlah kalian berlari, dan kembalilah kepada kesenangan hidup kalian dan tempat-tempat kediaman kalian, agar kalian ditanya.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- لَا تَرْكُضُواlaa tarkudhuujanganlah kalian berlari
- وَارْجِعُوا إِلَىٰ مَا أُتْرِفْتُمْ فِيهِ وَمَسَاكِنِكُمْwa-rji'uu ilaa maa utriftum fiihi wa-masaakinikumdan kembalilah kepada kesenangan hidup kalian dan tempat-tempat kediaman kalian
- لَعَلَّكُمْ تُسْأَلُونَla'allakum tus'aluunaagar kalian ditanya
Terjemahan per kata (10 kata)
- لَاlaajanganlah
- تَرْكُضُواtarkudhuukalian lari
- وَارْجِعُواwa-rji'uudan kembalilah kalian
- إِلَىٰilaakepada
- مَاmaaapa yang
- أُتْرِفْتُمْutriftumkalian hidup bermewah
- فِيهِfiihidi dalamnya
- وَمَسَاكِنِكُمْwa-masaakinikumdan tempat tinggal kalian
- لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
- تُسْأَلُونَtus'aluunakalian ditanya
Inti bacaan
Perintah sarkastik 'kembalilah kepada kesenangan hidup kalian. agar kalian ditanya' membalik logika mereka: kemewahan yang mereka kejar justru menjadi objek introgasi, bukan pelarian. Konkretnya: pertimbangkan apakah gaya hidup dan kenikmatan yang kau kejar sekarang akan tahan jika suatu saat harus dipertanggungjawabkan satu per satu, jadikan itu ukuran, bukan sekadar kenyamanan sesaat.
Penjelasan pilihan kata
Perintah ironis ini menyuruh kembali ke kemewahan yang justru menjadi bagian dari kesalahan mereka: sebuah sindiran pahit di tengah kepanikan mereka melarikan diri.
Tafsiran
Perintah 'kembalilah' ini bukan belas kasihan, melainkan sindiran tajam: menyuruh mereka kembali ke kemewahan yang sama yang membuat mereka lalai, sebagai bagian dari proses pertanggungjawaban yang akan segera menyusul.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam perintah yang menyuruh mereka kembali kepada kesenangan dan tempat tinggal mereka. Bukan menyuruh berhenti. Perintah yang menyuruh seseorang meneruskan apa yang sedang ia kerjakan kadang lebih menghentikan daripada larangan.
- Alasan yang disebut agar kalian ditanya. Kemewahan itu berubah kedudukan: dari yang dinikmati menjadi yang akan ditanyakan. Barang yang sama, dua kedudukan, dan yang menentukan cuma kapan ia dihitung.
- Allah menyebut mereka sedang berlari, dan yang pertama diucapkan justru larangan berlari. Gerakan menyelamatkan diri disebutkan lebih dahulu. Yang dituju bukan menghentikan langkahnya, melainkan menunjukkan bahwa tak ada arah yang tersisa untuk dituju.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-k-d, r-j-', t-r-f, s-k-n, s-a-l): tarkuduu diterjemahkan 'berlari' (akar r-k-d); utriftum diterjemahkan 'kalian diberi kesenangan mewah' (akar t-r-f); masaakin diterjemahkan 'tempat kediaman' (akar s-k-n); tus'aluun diterjemahkan 'ditanya' (akar s-'-l). gloss '(tergesa-gesa)/(yang baik)' dibuang.