لَا تَرْكُضُوا وَارْجِعُوا إِلَىٰ مَا أُتْرِفْتُمْ فِيهِ وَمَسَاكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْأَلُونَ
“Janganlah kalian berlari, dan kembalilah kepada kesenangan hidup kalian dan tempat-tempat kediaman kalian, agar kalian ditanya.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- لَا تَرْكُضُواlaa tarkuduujanganlah kalian berlari
- وَارْجِعُوا إِلَىٰ مَا أُتْرِفْتُمْ فِيهِ وَمَسَاكِنِكُمْwa-rji'uu ilaa maa utriftum fiihi wa-masaakinikumdan kembalilah kepada kesenangan hidup kalian dan tempat-tempat kediaman kalian
- لَعَلَّكُمْ تُسْأَلُونَla'allakum tus'aluunaagar kalian ditanya
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar r-k-d, r-j-', t-r-f, s-k-n, s-a-l): tarkuduu diterjemahkan 'berlari' (akar r-k-d); utriftum diterjemahkan 'kalian diberi kesenangan mewah' (akar t-r-f); masaakin diterjemahkan 'tempat kediaman' (akar s-k-n); tus'aluun diterjemahkan 'ditanya' (akar s-'-l). gloss '(tergesa-gesa)/(yang baik)' dibuang.
Aplikasi
Perintah sarkastik 'kembalilah kepada kesenangan hidup kalian... agar kalian ditanya' membalik logika mereka: kemewahan yang mereka kejar justru menjadi objek introgasi, bukan pelarian. Konkretnya: pertimbangkan apakah gaya hidup dan kenikmatan yang kau kejar sekarang akan tahan jika suatu saat harus dipertanggungjawabkan satu per satu, jadikan itu ukuran, bukan sekadar kenyamanan sesaat.