فَمَا زَالَتْ تِلْكَ دَعْوَاهُمْ حَتَّىٰ جَعَلْنَاهُمْ حَصِيدًا خَامِدِينَ

Maka itu terus menjadi seruan mereka, hingga Kami jadikan mereka seperti tanaman yang dituai lagi padam.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. فَمَا زَالَتْ تِلْكَ دَعْوَاهُمْfa-maa zaalat tilka da'waahummaka itu terus menjadi seruan mereka
  2. حَتَّىٰ جَعَلْنَاهُمْ حَصِيدًا خَامِدِينَhattaa ja'alnaahum hasiidan khaamidiinahingga Kami jadikan mereka seperti tanaman yang dituai lagi padam
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar z-y-l, d-'-w, j-'-l, h-s-d, kh-m-d): da'waa diterjemahkan 'seruan (keluhan)' (akar d-'-w); hasiid diterjemahkan 'tanaman yang dituai' (akar h-s-d); khaamidiin diterjemahkan 'padam' (akar kh-m-d). gloss '(kalimat)/(seperti tanaman)/(seperti api yang)' dibuang.

Aplikasi

Satu-satunya respons mereka adalah pengulangan seruan/keluhan yang sama ('itu terus menjadi seruan mereka') tanpa tindakan, sampai mereka habis seperti 'tanaman yang dituai lagi padam.' Konkretnya: keluhan atau penyesalan yang diulang-ulang tanpa disertai perubahan nyata tidak menyelamatkan apa pun, penyesalan harus berujung pada tindakan selagi masih ada waktu.