Ayat 21:16

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya dengan main-main.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَwa-maa khalaqnaa s-samaa'a wa-l-ardha wa-maa baynahumaa laa'ibiinadan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya dengan main-main

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. خَلَقْنَاkhalaqnaaKami ciptakan
  3. السَّمَاءَs-samaa'alangit
  4. وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
  5. وَمَاwa-maadan apa yang
  6. بَيْنَهُمَاbaynahumaaantara keduanya
  7. لَاعِبِينَlaa'ibiinaorang-orang yang bermain-main

Inti bacaan

'Kami tidak menciptakan langit dan bumi. dengan main-main' menegaskan alam semesta berjalan dengan maksud serius, bukan permainan tanpa tujuan. Konkretnya: perlakukan hidupmu sendiri di dalam alam semesta bertujuan ini dengan keseriusan yang sepadan, bukan sekadar menjalani hari tanpa arah, karena kerangka penciptaannya sendiri bukan main-main.

Penjelasan pilihan kata

'Main-main' (laa'ibiina), kata yang sama dengan 'bermain-main' (yal'abuuna) di 21:2, kini kontras terbalik: manusia yang menanggapi peringatan dengan main-main, sementara penciptaan sendiri tidak diciptakan dengan main-main.

Tafsiran

Ayat ini beralih dari kisah kebinasaan kaum-kaum terdahulu ke pernyataan tentang tujuan penciptaan itu sendiri: sebuah penegasan bahwa alam semesta punya maksud serius, bukan sekadar hiburan tanpa tujuan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyangkal bahwa langit dan bumi diciptakan dengan main-main. Yang ditolak sebuah anggapan tentang maksud. Bukan tentang cara ia dibuat, melainkan tentang untuk apa ia ada.
  • Yang disebut Allah bukan cuma langit dan bumi, melainkan juga apa yang di antara keduanya. Ruang di tengah ikut dihitung. Tidak ada bagian yang disebut kebetulan, termasuk yang tampak sebagai sela kosong.
  • Kalimatnya menyatakan apa yang tidak dikerjakan, bukan apa yang dikerjakan. Bentuknya menyangkal. Yang hendak dibersihkan lebih dahulu anggapan yang keliru, sebelum maksud sebenarnya disebutkan di ayat-ayat berikutnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar kh-l-q, s-m-w, a-r-d, b-y-n, l-'-b): khalaqnaa diterjemahkan 'menciptakan' (akar kh-l-q); laa'ibiin diterjemahkan 'main-main' (akar l-'-b). Selaras.

Ayat 21:17

لَوْ أَرَدْنَا أَنْ نَتَّخِذَ لَهْوًا لَاتَّخَذْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا إِنْ كُنَّا فَاعِلِينَ

Sekiranya Kami hendak menjadikan suatu permainan, tentu Kami membuatnya dari sisi Kami, jika Kami benar-benar berbuat.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. لَوْ أَرَدْنَا أَنْ نَتَّخِذَ لَهْوًاlaw aradnaa an nattakhidza lahwansekiranya Kami hendak menjadikan suatu permainan
  2. لَاتَّخَذْنَاهُ مِنْ لَدُنَّاla-ttakhadznaahu min ladunnaatentu Kami membuatnya dari sisi Kami
  3. إِنْ كُنَّا فَاعِلِينَin kunnaa faa'iliinajika Kami benar-benar berbuat

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. لَوْlawsekiranya
  2. أَرَدْنَاaradnaaKami menghendaki
  3. أَنْanuntuk
  4. نَتَّخِذَnattakhidzaKami mengambil
  5. لَهْوًاlahwansenda gurau
  6. لَاتَّخَذْنَاهُla-ttakhadznaahusungguh Kami akan mengambilnya
  7. مِنْmindari
  8. لَدُنَّاladunnaasisi Kami
  9. إِنْinjika
  10. كُنَّاkunnaaKami adalah
  11. فَاعِلِينَfaa'iliinaorang-orang yang melakukan

Inti bacaan

'Sekiranya Kami hendak menjadikan suatu permainan, tentu Kami membuatnya dari sisi Kami' menegaskan bahwa jika hiburan semata yang dikehendaki, itu akan tampak berbeda total dari alam yang penuh keteraturan ini. Konkretnya: bedakan antara kesenangan yang sah dan kehidupan yang direduksi jadi sekadar hiburan tanpa makna, keteraturan ciptaan sendiri adalah bukti bahwa hidup dimaksudkan untuk lebih dari itu.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini adalah pernyataan hipotetis yang menegaskan kembali ketiadaan unsur main-main dalam penciptaan, bahkan jika seandainya ada permainan yang diinginkan, caranya pun akan berbeda dari yang dituduhkan.

Tafsiran

Ayat ini memperkuat penegasan sebelumnya dengan argumen hipotetis: penciptaan alam semesta bukan produk kesenangan sesaat, sebuah pernyataan yang menyiapkan argumen tauhid yang lebih besar di ayat-ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mengandaikan sesuatu yang tidak Dia kerjakan, lalu menutupnya dengan jika Kami benar-benar berbuat. Pengandaian itu dibiarkan tetap pengandaian. Cara menyangkal yang paling telak memang membayangkan sejenak apa yang akan terjadi seandainya tuduhan itu benar.
  • Keterangan yang ditambahkan dari sisi Kami. Bahkan di dalam pengandaian, sumbernya tetap disebutkan. Yang hendak ditolak bukan cuma bahwa alam ini permainan, melainkan juga bahwa ia bisa datang dari tempat lain.
  • Ayat ini menjawab anggapan yang tak seorang pun ucapkan terang-terangan: bahwa semua ini main-main. Allah menjawabnya lebih dahulu. Ada anggapan yang tak pernah dinyatakan justru karena ia terlalu mendasar untuk disadari sedang dianut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-w-d, a-kh-dz, l-h-w, l-d-n, k-w-n, f-'-l): aradnaa diterjemahkan 'menghendaki' (akar r-w-d); lahw diterjemahkan 'permainan (hiburan)'; faa'iliin diterjemahkan 'berbuat' (akar f-'-l). footnote-marker dibuang.