بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ ۚ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ
Bahkan Kami lemparkan kebenaran kepada kebatilan, lalu ia menghancurkannya, maka seketika ia lenyap; dan celakalah kalian karena apa yang kalian sifatkan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِbal naqdzifu bi-l-haqqi 'alaa l-baathilibahkan Kami lemparkan kebenaran kepada kebatilan
- فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌfa-yadmaghuhu fa-idzaa huwa zaahiqunlalu ia menghancurkannya, maka seketika ia lenyap
- وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَwa-lakumu l-waylu mimmaa tashifuunadan celakalah kalian karena apa yang kalian sifatkan
Terjemahan per kata (13 kata)
- بَلْbalbahkan
- نَقْذِفُnaqdzifuKami melemparkan
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- عَلَى'alaaatas
- الْبَاطِلِl-baathilikebatilan
- فَيَدْمَغُهُfa-yadmaghuhumaka melenyapkannya
- فَإِذَاfa-idzaamaka seketika itu
- هُوَhuwaia
- زَاهِقٌzaahiqunlenyap
- وَلَكُمُwa-lakumudan bagi kalian
- الْوَيْلُl-waylukecelakaan
- مِمَّاmimmaakarena apa yang
- تَصِفُونَtashifuunakalian sifatkan
Inti bacaan
'Kami lemparkan kebenaran kepada kebatilan, lalu ia menghancurkannya, maka seketika ia lenyap', kebenaran digambarkan aktif menghantam dan meniadakan kebatilan, bukan pasif menunggu. Konkretnya: jangan takut menyatakan kebenaran secara langsung meski kebatilan tampak mapan dan kuat, kebenaran yang disampaikan lugas punya daya hancur sendiri, jangan hindari konfrontasi karena merasa kalah jumlah atau kekuatan.
Penjelasan pilihan kata
'Melemparkan kebenaran kepada kebatilan' menggambarkan pertarungan yang sudah pasti hasilnya: kebenaran digambarkan sebagai proyektil yang menghancurkan, bukan sekadar bersanding damai dengan kebatilan.
Tafsiran
Metafora ini menegaskan sifat kebenaran yang aktif dan menghancurkan, bukan pasif: kebatilan tidak sekadar kalah, melainkan hancur dan lenyap total ketika berhadapan dengan kebenaran.
Renungan dan Hikmah
- Kata yang dipakai Allah melemparkan kebenaran kepada kebatilan. Gerakannya keras dan sengaja. Yang digambarkan bukan cahaya yang perlahan mengusir gelap, melainkan sesuatu yang dilontarkan dan mengenai sasaran.
- Yang disebut terjadi pada kebatilan bukan kalah, melainkan hancur lalu lenyap. Tak ada sisa yang disebutkan. Sesuatu yang cuma kalah masih bisa menunggu giliran berikutnya; yang lenyap tidak.
- Waktu yang disebut Allah seketika. Tidak ada jeda antara berhadapan dan berakhir. Yang tampak bertahan lama selama ini ternyata bertahan hanya karena belum pernah benar-benar didekatkan pada bandingannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-dz-f, h-q-q, b-t-l, d-m-gh, z-h-q, w-s-f): naqdhifu bi-l-haqq alaa l-baatil diterjemahkan 'melemparkan kebenaran kepada kebatilan' (akar q-dz-f + akar h-q-q + akar b-t-l, gema 17:81); yadmaghuhu diterjemahkan 'menghancurkannya' (akar d-m-gh); zaahiq diterjemahkan 'lenyap' (akar z-h-q); tasifuun diterjemahkan 'menyifatkan' (akar w-s-f). gloss '(kebenaran)/(tidak benar)/(yang hak)/(yang batil)/(Allah dengan sifat…)' + footnote dibuang.