وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ
Hanya milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Yang di sisi-Nya tidak menyombongkan diri untuk menyembah-Nya dan tidak merasa letih.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِwa-lahu man fii s-samaawaati wa-l-ardhihanya milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi
- وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِwa-man 'indahu laa yastakbiruuna 'an 'ibaadatihiyang di sisi-Nya tidak menyombongkan diri untuk menyembah-Nya
- وَلَا يَسْتَحْسِرُونَwa-laa yastahsiruunadan tidak merasa letih
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَلَهُwa-lahudan bagi-Nya
- مَنْmanorang yang
- فِيfiidi
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- عِنْدَهُ'indahudi sisi-Nya
- لَاlaatidak
- يَسْتَكْبِرُونَyastakbiruunamereka menyombongkan diri
- عَنْ'andari
- عِبَادَتِهِ'ibaadatihipengabdian kepada-Nya
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَسْتَحْسِرُونَyastahsiruunamereka merasa letih
Inti bacaan
Malaikat 'yang di sisi-Nya tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih' menggambarkan pengabdian tanpa ego yang tersinggung dan tanpa kelelahan yang menghentikan. Konkretnya: jadikan itu standar bagi komitmen etis/ibadahmu sendiri, bukan intensitas sesaat, melainkan konsistensi yang tidak terganggu oleh rasa capek atau rasa diri penting.
Penjelasan pilihan kata
Teks tidak menamai secara eksplisit siapa 'yang di sisi-Nya' ini: identifikasi sebagai malaikat adalah pembacaan tradisi berdasarkan konteks, bukan pernyataan langsung ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan penyembahan tanpa henti dari makhluk yang berada dekat dengan-Nya: kontras dengan manusia yang digambarkan lalai dan berpaling di ayat-ayat pembuka surah.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Kepemilikan atas makhluk, bukan benda. Yang disebut lebih dahulu hubungan, bukan kekuasaan.
- Allah menyebut yang berada di sisi-Nya tidak menyombongkan diri untuk menyembah. Yang paling dekat justru yang paling rendah hati. Kedekatan tidak melahirkan hak untuk merasa lebih.
- Allah menambahkan mereka tidak merasa letih. Bukan hanya tidak sombong. Ibadah yang berlangsung tanpa henti digambarkan sebagai sesuatu yang tidak melelahkan pelakunya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.