لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ
Sekiranya pada keduanya ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa; maka Mahasuci Allah, Tuhan pemilik Arasy, dari apa yang mereka sifatkan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَاlaw kaana fiihimaa aalihatun illaa llaahu la-fasadataasekiranya pada keduanya ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa
- فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَfa-subhaana llaahi rabbi l-arshi ammaa yasifuunamaka Mahasuci Allah, Tuhan pemilik Arasy, dari apa yang mereka sifatkan
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar k-w-n, a-l-h, f-s-d, s-b-h, r-b-b, '-r-sh, w-s-f): law kaana fiihimaa aalihah illaa llaah la-fasadataa diterjemahkan 'sekiranya ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu (langit & bumi) binasa', argumen keteraturan kosmik (ilaah + akar f-s-d): banyak tuhan meniscayakan kekacauan diterjemahkan bukti rasional keesaan; yasifuun diterjemahkan 'menyifatkan' (akar w-s-f). gloss '(langit dan bumi)' dibuang.
Aplikasi
Argumen kosmologis 'sekiranya pada keduanya ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa' menunjukkan keteraturan alam semesta sebagai bukti otoritas tunggal, bukan otoritas yang terbagi dan saling bersaing. Konkretnya: dalam struktur apa pun yang kau pimpin atau ikuti, waspadai pola otoritas ganda tanpa kejelasan siapa bertanggung jawab, itu resep kekacauan, sama seperti argumen ayat ini terhadap banyak tuhan.