وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelummu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada tuhan kecuali Aku, maka sembahlah Aku.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍwa-maa arsalnaa min qablika min rasuulindan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelummu
  2. إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَاillaa nuuhii ilayhi annahu laa ilaaha illaa anaamelainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada tuhan kecuali Aku
  3. فَاعْبُدُونِfa-buduunimaka sembahlah Aku
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar r-s-l, q-b-l, w-h-y, a-l-h, '-b-d): arsalnaa…rasuul illaa nuuhii ilayhi annahu laa ilaah illaa anaa fa-'buduun diterjemahkan 'mengutus rasul melainkan Kami wahyukan: tak ada tuhan kecuali Aku, maka sembahlah Aku', akar w-h-y + tauhid + akar '-b-d: MISI TERPADU seluruh nabi (wahyu yang sama). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.

Aplikasi

Setiap rasul diberi wahyu inti yang sama: 'tidak ada tuhan kecuali Aku, maka sembahlah Aku', misi kenabian bukan terpecah-pecah menurut kelompok, melainkan satu benang tunggal lintas semua utusan. Konkretnya: jangan biarkan identitas sektarian mengaburkan inti bersama yang menyatukan, cari titik temu esensial, bukan yang diklaim eksklusif oleh satu golongan saja.