وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَٰهٌ مِنْ دُونِهِ فَذَٰلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ
Dan siapa di antara mereka yang berkata, “Sesungguhnya aku tuhan selain Dia,” maka itulah yang Kami balas dengan Jahanam; demikianlah Kami membalas orang-orang yang zalim.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَٰهٌ مِنْ دُونِهِwa-man yaqul minhum innii ilaahun min duunihidan siapa di antara mereka yang berkata, sesungguhnya aku tuhan selain Dia
- فَذَٰلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَfa-dzaalika najziihi jahannamamaka itulah yang Kami balas dengan Jahanam
- كَذَٰلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَka-dzaalika najzii zh-zhaalimiinademikianlah Kami membalas orang-orang yang zalim
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يَقُلْyaqulberkata
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- إِلَٰهٌilaahunTuhan
- مِنْmindari
- دُونِهِduunihiselain-Nya
- فَذَٰلِكَfa-dzaalikamaka itulah
- نَجْزِيهِnajziihiKami membalasnya
- جَهَنَّمَjahannamaJahanam
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- نَجْزِيnajziiKami membalas
- الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
Inti bacaan
Bahkan bagi yang berkedudukan tinggi seperti malaikat, klaim 'aku tuhan selain Dia' tetap berujung Jahanam, kedudukan tidak membebaskan dari akibat pengakuan diri berlebihan. Konkretnya: waspadai bentuk halus pengilahian-diri, menganggap penilaianmu sendiri mutlak tak terbantahkan, karena status tinggi sekalipun tidak memberi kekebalan dari pertanggungjawaban semacam itu.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menyertakan syarat hipotetis yang tegas, bahkan di antara hamba yang dimuliakan sekalipun, klaim ketuhanan diri sendiri akan dibalas sama seperti kezaliman lainnya, tanpa pengecualian status.
Tafsiran
Peringatan ini menutup topik dengan memperjelas bahwa kemuliaan status tidak memberi kekebalan: prinsip keadilan yang sama berlaku universal, bahkan secara hipotetis bagi makhluk yang paling dimuliakan sekalipun.
Renungan dan Hikmah
- Kalimat pengandaian itu ditujukan kepada golongan yang baru saja disebut sebagai hamba yang dimuliakan. Allah tidak mengecualikan mereka. Sebuah aturan yang tetap berlaku pada yang paling tinggi tidak bisa ditawar oleh yang di bawahnya.
- Yang diandaikan sebuah ucapan: sesungguhnya aku tuhan selain Dia. Bukan perbuatan. Satu kalimat sudah cukup untuk membalikkan seluruh kedudukan, dan itu menerangkan betapa berat timbangan sebuah pengakuan.
- Penutupnya menyebut demikianlah Allah membalas orang-orang yang zalim, sebuah keterangan umum. Kasus khususnya diangkat jadi aturan. Yang tadinya pengandaian tentang satu golongan berubah menjadi keterangan yang berlaku bagi siapa saja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-l-h, d-w-n, j-z-y, zh-l-m): innii ilaah min duunihi diterjemahkan 'aku tuhan selain Dia' (ilaah dijaga harfiah); najziihi diterjemahkan 'membalasnya' (akar j-z-y); zhaalimiin diterjemahkan 'zalim'. gloss '(malaikat)' dibuang.