أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
Dan tidakkah orang-orang yang kufur melihat bahwa langit dan bumi dahulu menyatu, kemudian Kami memisahkan keduanya, dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup? Maka tidakkah mereka beriman?
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُواa-wa-lam yara lladziina kafaruudan tidakkah orang-orang yang kufur melihat
- أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَاanna s-samaawaati wa-l-ardha kaanataa ratqan fa-fataqnaahumaabahwa langit dan bumi dahulu menyatu, kemudian Kami memisahkan keduanya
- وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّwa-ja'alnaa mina l-maa'i kulla syay'in hayyindan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup
- أَفَلَا يُؤْمِنُونَa-fa-laa yu'minuunamaka tidakkah mereka beriman
Terjemahan per kata (18 kata)
- أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
- يَرَyaramelihat
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- أَنَّannabahwa
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
- كَانَتَاkaanataakeduanya adalah
- رَتْقًاratqanpadu
- فَفَتَقْنَاهُمَاfa-fataqnaahumaamaka Kami memisahkan keduanya
- وَجَعَلْنَاwa-ja'alnaadan Kami menjadikan
- مِنَminadari
- الْمَاءِl-maa'iair
- كُلَّkullasetiap
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- حَيٍّhayyinyang hidup
- أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
- يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
Inti bacaan
Penyatuan lalu pemisahan langit-bumi, dan kehidupan yang berasal dari air, disajikan sebagai tanda kosmologis rasional bagi yang berakal ('tidakkah mereka beriman?'). Konkretnya: pahami pengamatan ilmiah atas asal-usul alam semesta dan kehidupan berbasis air bukan sebagai lawan iman, melainkan jalan yang semestinya menuntun kepadanya, keduanya bukan medan yang saling bertentangan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menyandingkan dua tanda kosmologis: pemisahan langit-bumi dan asal air bagi segala yang hidup, teks tidak merinci mekanisme ilmiah dari kedua peristiwa ini lebih jauh dari pernyataan umum ini.
Tafsiran
Ayat ini menghadirkan dua fenomena mendasar sebagai bahan renungan (asal-usul kosmos dan asal-usul kehidupan), disandingkan sebagai tanda yang seharusnya mengarah pada keimanan, bukan penolakan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebutkan penyatuan-lalu-pemisahan langit-bumi dan asal air bagi kehidupan sebagai tanda untuk direnungkan, tanpa merinci mekanisme fisiknya, pembacaan yang mengklaim ayat ini menjelaskan proses ilmiah tertentu secara rinci melampaui apa yang dinyatakan teks itu sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-a-y, k-f-r, s-m-w, a-r-d, k-w-n, r-t-q, f-t-q, j-'-l, m-w-h, k-l-l, sh-y-a, h-y-y, a-m-n): ratqan diterjemahkan 'menyatu (terpadu)' (akar r-t-q); fataqnaahumaa diterjemahkan 'memisahkan keduanya' (akar f-t-q); min al-maa' kull shay' hayy diterjemahkan 'dari air segala yang hidup' (akar m-w-h + akar h-y-y), tanda kosmologis rasional. gloss '(keduanya)' dibuang.