وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا ۖ وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ
Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, tetapi mereka tetap berpaling dari tanda-tandanya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًاwa-ja'alnaa s-samaa'a saqfan mahfuuzhanKami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara
- وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَwa-hum an aayaatihaa mu'riduunatetapi mereka tetap berpaling dari tanda-tandanya
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “tanda-tandanya (yang menunjukkan kebesaran Allah, seperti matahari dan bulan).” diterjemahkan “tanda-tandanya.”. aayah: konsisten dgn 353 ayat 'tanda' di DB; kegoyahan terjemahan lain (mis. 6:37 'bukti (mukjizat)') = QS 4:82 menangkap terjemahan, bukan Qur'an. sebagian penerjemah: 'And We made the sky a roof protected; but they, from its proofs,1 are turning away.' Corpus ayat ini: «'aAya`ti, tanpa-al». aayah diterjemahkan 'tanda' TANPA pengecualian: satu lema utk 353 ayat (corpus); tambahan '(kebesaran)/(kekuasaan)' bukan bagian teks.
Aplikasi
Langit sebagai 'atap yang terpelihara', perlindungan yang justru diabaikan ('mereka tetap berpaling') karena bekerja tanpa henti dan tanpa drama. Konkretnya: latih kepekaan terhadap bentuk perlindungan yang mudah dianggap remeh justru karena ia tidak pernah gagal secara mencolok, rasa syukur yang tulus mencakup hal-hal yang berjalan lancar, bukan cuma saat sesuatu nyaris gagal.