وَإِذَا رَآكَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَٰذَا الَّذِي يَذْكُرُ آلِهَتَكُمْ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ هُمْ كَافِرُونَ

Apabila orang-orang yang kufur itu melihat engkau, mereka hanya menjadikan engkau bahan ejekan, “Inikah orang yang mencela tuhan-tuhan kalian?” Padahal, mereka orang yang kufur terhadap peringatan Ar-Rahman.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَإِذَا رَآكَ الَّذِينَ كَفَرُواwa-idzaa ra'aaka lladziina kafaruudan apabila orang-orang yang kufur itu melihat engkau
  2. إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًاin yattakhidzuunaka illaa huzuwanmereka hanya menjadikan engkau bahan ejekan
  3. أَهَٰذَا الَّذِي يَذْكُرُ آلِهَتَكُمْa-haadzaa lladzii yadzkuru aalihatakuminikah orang yang mencela tuhan-tuhan kalian
  4. وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ هُمْ كَافِرُونَwa-hum bi-dzikri r-rahmaani hum kaafiruunapadahal mereka orang yang kufur terhadap peringatan Ar-Rahman

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. رَآكَra'aakamelihatmu
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. كَفَرُواkafaruukufur
  5. إِنْinjika
  6. يَتَّخِذُونَكَyattakhidzuunakamereka menjadikanmu
  7. إِلَّاillaakecuali
  8. هُزُوًاhuzuwanejekan
  9. أَهَٰذَاa-haadzaaapakah ini
  10. الَّذِيlladziiyang
  11. يَذْكُرُyadzkurumenyebut
  12. آلِهَتَكُمْaalihatakumtuhan-tuhan kalian
  13. وَهُمْwa-humdan mereka
  14. بِذِكْرِbi-dzikridengan mengingat
  15. الرَّحْمَٰنِr-rahmaaniAr-Rahman
  16. هُمْhummereka
  17. كَافِرُونَkaafiruunaorang-orang kafir

Inti bacaan

Ejekan orang kufur menjadikan Nabi 'bahan ejekan' sekaligus mengingkari Ar-Rahman, cemoohan berfungsi menghindari keharusan menanggapi substansi. Konkretnya: perkirakan ejekan sebagai taktik sosial yang lazim menghadapi komitmen tulus, dan jangan biarkan ia berfungsi sebagai bantahan sungguhan, isi yang diejek tetap memerlukan tanggapan substansial, bukan dari cemoohan itu sendiri.

Penjelasan pilihan kata

'Mencela' dan 'mengingat' (yadzkuru/dzikri), dua bentuk berbeda dari akar yang sama muncul dalam satu ayat: menyebut/mencela tuhan-tuhan mereka versus mengingat Ar-Rahman, sebuah kontras yang dibangun lewat kata yang sama.

Tafsiran

Ironi ayat ini tajam: mereka mengejek Nabi karena mencela tuhan-tuhan mereka, padahal merekalah yang sesungguhnya kufur, bukan sekadar tidak mengingat, Ar-Rahman.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam kalimat ejekan mereka apa adanya: inikah orang yang mencela tuhan-tuhan kalian. Tidak diperhalus. Ucapan yang dikutip lengkap membiarkan pembacanya mendengar sendiri nada yang dipakai.
  • Yang mereka jadikan bahan bukan kebenaran seruannya, melainkan bahwa ia mencela sembahan mereka. Perkaranya dipindahkan ke penghinaan. Mengubah perkara menjadi soal tersinggung memang cara tercepat menghindari perkara aslinya.
  • Allah menutup dengan menyebut merekalah yang kufur terhadap peringatan Ar-Rahman. Tuduhan dibalik dalam satu kalimat. Yang menuduh orang lain mencela ternyata sedang mengingkari pihak yang jauh lebih berhak tidak diingkari.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Inikah” diterjemahkan “Inikah”; “tuhan-tuhanmu?”” diterjemahkan “tuhan-tuhan kalian?; “(Allah) Yang Maha Pengasih.” diterjemahkan “Ar-Rahmaan.”.