قُلْ مَنْ يَكْلَؤُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمَٰنِ ۗ بَلْ هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُعْرِضُونَ
Katakanlah, “Siapakah yang akan menjaga kalian pada waktu malam dan siang dari Ar-Rahman?” Bahkan, mereka berpaling dari mengingat Tuhan mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ مَنْ يَكْلَؤُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمَٰنِqul man yakala'ukum bi-l-layli wa-n-nahaari mina r-rahmaanikatakanlah, siapakah yang akan menjaga kalian pada waktu malam dan siang dari Ar-Rahman
- بَلْ هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُعْرِضُونَbal hum 'an dzikri rabbihim mu'ridhuunabahkan mereka berpaling dari mengingat Tuhan mereka
Terjemahan per kata (13 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- مَنْmanorang yang
- يَكْلَؤُكُمْyakala'ukummenjaga kalian
- بِاللَّيْلِbi-l-laylipada malam hari
- وَالنَّهَارِwa-n-nahaaridan siang
- مِنَminadari
- الرَّحْمَٰنِr-rahmaaniAr-Rahman
- بَلْbalbahkan
- هُمْhummereka
- عَنْ'andari
- ذِكْرِdzikriperingatan
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- مُعْرِضُونَmu'ridhuunaberpaling menolak
Inti bacaan
terjemahan ini membuang tambahan terjemahan lain '(siksaan)' sehingga terbaca lugas: 'siapa yang menjaga kalian. dari Ar-Rahmaan?', tak ada pihak ketiga yang bisa melindungimu dari pertanggungjawaban kepada-Nya, sekalipun Dia jugalah sumber rahmat. Konkretnya: sadari tidak ada celah atau pelindung lain di luar berpaling langsung kepada-Nya, rahmat dan pertanggungjawaban tidak saling meniadakan, melainkan menyatu pada satu Sumber.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbentuk pertanyaan, dan pertanyaannya sengaja dibuat terdengar janggal.
Yang ditanyakan adalah siapa yang bisa menjaga mereka dari Ar-Rahman. Biasanya orang mencari perlindungan kepada Yang Pengasih, bukan perlindungan dari-Nya. Kejanggalan itu bukan kekeliruan susunan, melainkan justru kekuatan pertanyaannya. Karena itu di dalam terjemahan ini tidak disisipkan kata penjelas seperti siksaan atau azab. Sisipan semacam itu akan melunakkan kejanggalannya, dan bersamanya hilang pula maksudnya: tidak ada penjagaan di luar Dia, sehingga mencari penjagaan dari Dia berarti mencari sesuatu yang tak ada.
Kata kerja “menjaga” yang dipakai (يَكْلَؤُكُمْ, yakla'ukum) hanya sekali muncul di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Waktunya pun disebut penuh, yaitu malam dan siang. Bukan satu saat berbahaya, melainkan seluruh waktu tanpa jeda. Penjagaan yang sedang dibicarakan adalah penjagaan yang selama ini berjalan terus tanpa disadari.
Pertanyaan itu tidak dijawab. Yang menyusul justru keterangan bahwa mereka berpaling dari mengingat Tuhan mereka. Susunan itu sendiri jawabannya: orang yang tak pernah menyadari sedang dijaga memang tak punya pertanyaan tentang siapa yang menjaganya.
Sebutan untuk sikap mereka di penutup ayat ini adalah kata yang sama yang berulang empat kali di surah ini (21:1, 21:24, 21:32, 21:42). Letaknya di sini menjadikan seluruh ayat sebuah lingkaran: pertanyaan tentang penjagaan diajukan, tidak dijawab, dan yang disebut sebagai gantinya justru keadaan orang yang ditanya. Jawaban atas pertanyaan itu memang tidak diperlukan, sebab orang yang berpaling tidak sedang menunggu jawaban.
Kata yang dipakai untuk penjagaan itu berasal dari akar yang berkaitan dengan memelihara dan menahan dari kerusakan. Bentuk “menjaga kalian” (يَكْلَؤُكُمْ, yakla'ukum) hanya sekali muncul di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Kata yang begitu jarang dipakai untuk perbuatan yang begitu terus-menerus menyimpan ironinya sendiri: yang paling sering dikerjakan justru paling jarang disebut, sebagaimana ia juga paling jarang disadari.
Waktu yang disebut pun lengkap dan tanpa jeda, yaitu pada waktu malam dan siang. Bukan satu saat berbahaya, bukan pula saat tertentu yang menuntut perlindungan khusus. Penjagaan yang dibicarakan berlangsung sepanjang waktu, termasuk pada saat-saat yang tidak terasa memerlukannya.
Kejanggalan pertanyaannya karena itu bekerja pada dua tingkat sekaligus. Pada tingkat pertama ia menutup kemungkinan adanya penjagaan di luar Dia. Pada tingkat kedua ia menyadarkan bahwa penjagaan yang selama ini berlangsung memang berasal dari sana, dan bahwa orang yang mencari perlindungan dari-Nya sesungguhnya sedang mencari perlindungan dari satu-satunya sumber perlindungan yang ia miliki.
Tafsiran
Pertanyaan retoris ini bekerja justru karena kejanggalannya: biasanya orang berlindung dari bahaya, namun di sini pertanyaannya adalah siapa yang bisa melindungi dari Ar-Rahman sendiri, menyiratkan bahwa tidak ada penjagaan lain di luar-Nya. Kejanggalan itu bukan cacat susunan; ia alat yang dipakai dengan sengaja.
Sebuah pertanyaan yang bunyinya masuk akal akan dijawab tanpa dipikirkan. Pertanyaan yang bunyinya ganjil memaksa orang berhenti sejenak untuk memeriksa kenapa ia terdengar ganjil, dan di dalam pemeriksaan singkat itulah maksudnya sampai. Yang dituju bukan jawaban, melainkan momen berhenti.
Cakupan waktu yang disebut memperkuat hal itu. Malam dan siang, tanpa jeda. Yang digambarkan bukan pertolongan yang datang pada saat bahaya, melainkan penjagaan yang berlangsung terus, termasuk pada saat-saat yang tidak terasa memerlukannya. Justru karena tidak terasa itulah ia jarang disadari, dan justru kelanggengan itu yang membuatnya tidak terlihat.
Pertanyaan itu lalu dibiarkan tanpa jawaban, dan yang disebut sebagai gantinya keadaan orang yang ditanya, yaitu berpaling dari mengingat Tuhan mereka. Susunan itu sendiri jawabannya. Orang yang tidak pernah menyadari sedang dijaga memang tidak punya pertanyaan tentang siapa yang menjaganya, dan kepada orang seperti itu sebuah jawaban tidak akan berguna. Kata yang dipakai untuk sikap mereka berulang empat kali di surah ini (21:1, 21:24, 21:32, 21:42), sehingga yang digambarkan bukan tanggapan sesaat melainkan kebiasaan yang menetap.
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaannya sengaja terdengar janggal: siapa yang menjaga kalian dari Ar-Rahman. Biasanya orang berlindung kepada Yang Pengasih, bukan darinya. Kejanggalan itu yang menyampaikan maksudnya, sebab tak ada tempat berlindung dari Yang menjadi satu-satunya tempat berlindung. Pertanyaan itu juga tidak menyebut ancaman apa pun secara terang. Yang disebut cuma nama-Nya, dan itu sudah cukup.
- Penjagaan yang dipertanyakan mencakup 'waktu malam dan siang'. Bukan satu saat berbahaya, melainkan seluruh waktu tanpa jeda. Yang selama ini terasa aman bukan karena ada yang menjaga selain Allah, melainkan karena penjagaan-Nya tak pernah putus sehingga tak pernah terasa. Dua kata itu dipakai bersama untuk menandai seluruh putaran waktu, bukan dua bagian yang bisa dipilih salah satunya.
- Allah tidak memberikan jawaban atas pertanyaan itu; yang disebut justru 'bahkan, mereka berpaling dari mengingat Tuhan mereka'. Pertanyaan yang tak terjawab dibalas dengan berpaling, bukan dengan bantahan. Sebagian orang tidak menolak sebuah pertanyaan; mereka cuma memastikan tidak pernah berdiri cukup lama di depannya. Kata bahkan menandai lompatan, bukan sambungan. Ada jarak antara pertanyaan itu dan sikap yang diambil terhadapnya.
- Allah menyebut penjagaan itu berlangsung malam dan siang, tanpa jeda, lalu membiarkan pertanyaannya tak terjawab dan menyebut mereka berpaling. Berapa banyak dari hari kita yang berlalu tanpa sekali pun terpikir bahwa ada yang sedang menjaganya? Yang tak pernah putus memang paling sulit disadari, sebab kita mengenali sesuatu terutama dari saat ia hilang. Penjagaan yang bekerja sempurna tidak meninggalkan jejak apa pun yang bisa dihitung, dan justru karena itulah ia paling mudah dianggap tidak ada.
- Kata يَكْلَؤُكُمْ hanya muncul sekali di seluruh Al-Quran, yaitu di ayat ini. Tidak ada tempat lain yang memakainya, sehingga tidak ada ayat pembanding yang bisa dipakai untuk melunakkan atau memperluas maknanya. Kata itu berarti menjaga dengan cara mengawasi terus-menerus, bukan menjaga dengan cara memagari sekali lalu ditinggal. Bahwa Allah memilih kata yang tidak dipakai di mana pun lagi untuk pertanyaan sepenting ini membuat kalimatnya berdiri sendiri, persis seperti orang yang ditanya juga berdiri sendiri tanpa siapa pun di sisinya.
- Nama Ar-Rahman muncul di sini sebagai pihak yang darinya orang dibayangkan mencari perlindungan. Di 20:5 nama yang sama dipakai untuk menyebut siapa yang bertakhta atas Arasy, dan di sana ia terdengar melapangkan. Satu nama, dua letak, dan dua rasa yang sangat berbeda. Ini bukan pertentangan. Kasih yang sama itulah yang selama ini menahan akibat dari jatuh, sehingga ketika seseorang menolaknya, yang tersisa memang tak ada lagi. Tidak ada tempat berteduh dari naungan itu sendiri, dan itulah yang membuat pertanyaan ini tidak bisa dijawab.