قُلْ إِنَّمَا أُنْذِرُكُمْ بِالْوَحْيِ ۚ وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاءَ إِذَا مَا يُنْذَرُونَ

Katakanlah, “Sesungguhnya aku hanya memperingatkan kalian dengan wahyu.” Akan tetapi, orang-orang tuli tidak mendengarkan seruan bila mereka diberi peringatan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قُلْ إِنَّمَا أُنْذِرُكُمْ بِالْوَحْيِqul innamaa undzirukum bi-l-wahyikatakanlah, sesungguhnya aku hanya memperingatkan kalian dengan wahyu
  2. وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاءَ إِذَا مَا يُنْذَرُونَwa-laa yasma'u sh-shummu d-du'aa'a idzaa maa yundzaruunaakan tetapi orang-orang tuli tidak mendengarkan seruan bila mereka diberi peringatan

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  3. أُنْذِرُكُمْundzirukumaku memperingatkan kalian
  4. بِالْوَحْيِbi-l-wahyidengan wahyu
  5. وَلَاwa-laadan tidak pula
  6. يَسْمَعُyasma'umendengar
  7. الصُّمُّsh-shummuorang-orang tuli
  8. الدُّعَاءَd-du'aa'aseruan
  9. إِذَاidzaaapabila
  10. مَاmaaapa yang
  11. يُنْذَرُونَyundzaruunamereka diperingatkan

Inti bacaan

'Aku hanya memperingatkan kalian dengan wahyu', tugas penyampai pesan terbatas pada menyampaikan, bukan memaksa penerimaan; 'orang-orang tuli' tetap tak mendengar seruan. Konkretnya: kau hanya bertanggung jawab menyampaikan kebenaran atau koreksi dengan jujur kepada orang lain, bukan memaksa mereka menerimanya, jangan ukur kesetiaanmu sendiri dari apakah mereka berubah atau tidak.

Penjelasan pilihan kata

'Tuli' di sini dipakai metaforis: teks tidak menjelaskan lebih lanjut bahwa ini merujuk pada ketulian spiritual, bukan fisik, membiarkan makna itu tersirat dari konteks ejekan dan penolakan yang sudah dibangun sepanjang bagian ini.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan batas tugas Nabi: hanya menyampaikan wahyu, bukan memaksakan penerimaan; kegagalan mendengar terletak pada penerima, bukan pada kejelasan pesan yang disampaikan.

Renungan dan Hikmah

  • Yang diperintahkan Allah mengucapkan aku hanya memperingatkan dengan wahyu. Dua pembatas sekaligus: hanya memperingatkan, dan hanya dengan wahyu. Alat dan tugasnya sama-sama disebutkan batasnya.
  • Sesudah batas tugas itu disebut, barulah disebutkan bahwa orang tuli tidak mendengar seruan. Urutannya melegakan. Kegagalan yang datang sesudah tugas dikerjakan penuh tidak lagi menjadi tanggungan orang yang mengerjakannya.
  • Keterangan terakhir dari Allah menyebut mereka tidak mendengar justru ketika diberi peringatan. Bukan ketika tidak ada yang bicara. Yang digambarkan bukan orang yang belum pernah disapa, melainkan orang yang sedang disapa dan tetap tidak menoleh.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.