وَلَئِنْ مَسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ
Dan sungguh, jika sedikit saja azab Tuhanmu menimpa mereka, pastilah mereka berkata, “Celakalah kami; sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَئِنْ مَسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِنْ عَذَابِ رَبِّكَwa-la-in massatsum nafhatun min 'adzaabi rabbikadan sungguh, jika sedikit saja azab Tuhanmu menimpa mereka
- لَيَقُولُنَّ يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَla-yaquulunna yaa waylanaa innaa kunnaa zhaalimiinapastilah mereka berkata, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَلَئِنْwa-la-indan sungguh jika
- مَسَّتْهُمْmassatsummenimpa mereka
- نَفْحَةٌnafhatunembusan
- مِنْmindari
- عَذَابِ'adzaabiazab
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- لَيَقُولُنَّla-yaquulunnasungguh mereka akan berkata
- يَاyaawahai
- وَيْلَنَاwaylanaacelakalah kami
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- كُنَّاkunnaakami adalah
- ظَالِمِينَzhaalimiinaorang-orang yang zalim
Inti bacaan
'Jika sedikit saja azab Tuhanmu menimpa mereka' sudah cukup memicu pengakuan penuh, betapa rapuhnya penyangkalan yang sesungguhnya di balik sikap keras kepala. Konkretnya: gunakan kemunduran-kemunduran kecil sekarang sebagai pratinjau diagnostik tentang arah hidupmu, alih-alih menunggu pukulan besar untuk akhirnya jujur pada diri sendiri.
Penjelasan pilihan kata
'Sedikit saja' (nafhatun): kata yang menekankan betapa kecilnya sentuhan azab yang diperlukan untuk memicu pengakuan ini, kontras dengan besarnya ejekan dan penolakan mereka sebelumnya.
Tafsiran
Ayat ini mengulang pola pengakuan terlambat yang sudah muncul di 21:14: kali ini ditegaskan betapa sedikitnya azab yang diperlukan untuk membalikkan sikap sombong menjadi pengakuan penuh penyesalan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut sedikit saja azab-Nya menimpa, mereka sudah mengaku zalim. Takarannya kecil. Yang menahan mereka selama ini bukan kekuatan, melainkan bahwa belum ada yang menyentuh.
- Allah merekam ucapan yang akan mereka katakan: kami memang orang zalim. Pengakuannya penuh. Yang tak keluar selama bertahun-tahun ternyata siap diucapkan sekali sentuhan datang.
- Allah menyampaikan semua ini sebagai pengandaian, sebelum apa pun terjadi. Belum ditimpakan. Kesempatan mengucapkannya lebih awal justru sedang diberikan lewat ayat ini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar m-s-s, n-f-h, '-dz-b, r-b-b, q-w-l, k-w-n, zh-l-m): massathum diterjemahkan 'menimpa mereka' (akar m-s-s putaran MSS); nafhah diterjemahkan 'hembusan (sedikit)'; zhaalimiin diterjemahkan 'zalim'. gloss '(diri sendiri)' dibuang.