وَلَئِنْ مَسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ

Dan sungguh, jika sedikit saja azab Tuhanmu menimpa mereka, pastilah mereka berkata, “Celakalah kami; sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَلَئِنْ مَسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِنْ عَذَابِ رَبِّكَwa-la'in massatsum nafhatun min adzaabi rabbikadan sungguh, jika sedikit saja azab Tuhanmu menimpa mereka
  2. لَيَقُولُنَّ يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَla-yaquulunna yaa waylanaa innaa kunnaa zhaalimiinapastilah mereka berkata, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar m-s-s, n-f-h, '-dz-b, r-b-b, q-w-l, k-w-n, zh-l-m): massathum diterjemahkan 'menimpa mereka' (akar m-s-s putaran MSS); nafhah diterjemahkan 'hembusan (sedikit)'; zhaalimiin diterjemahkan 'zalim'. gloss '(diri sendiri)' dibuang.

Aplikasi

'Jika sedikit saja azab Tuhanmu menimpa mereka' sudah cukup memicu pengakuan penuh, betapa rapuhnya penyangkalan yang sesungguhnya di balik sikap keras kepala. Konkretnya: gunakan kemunduran-kemunduran kecil sekarang sebagai pratinjau diagnostik tentang arah hidupmu, alih-alih menunggu pukulan besar untuk akhirnya jujur pada diri sendiri.