إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَٰذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ
Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, “Patung-patung apakah ini yang kalian tekun menyembahnya?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِidz qaala li-abiihi wa-qawmihiketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya
- مَا هَٰذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَmaa haadzihi t-tamaatsiilu llatii antum lahaa 'aakifuunapatung-patung apakah ini yang kalian tekun menyembahnya
Terjemahan per kata (11 kata)
- إِذْidzketika
- قَالَqaalaberkata
- لِأَبِيهِli-abiihikepada bapaknya
- وَقَوْمِهِwa-qawmihidan kaumnya
- مَاmaaapa yang
- هَٰذِهِhaadzihiini
- التَّمَاثِيلُt-tamaatsiilupatung-patung
- الَّتِيllatiiyang
- أَنْتُمْantumkalian
- لَهَاlahaabaginya
- عَاكِفُونَ'aakifuunaorang-orang yang beriktikaf
Inti bacaan
Pertanyaan pembuka Ibrahim yang sederhana namun tajam: 'Patung-patung apakah ini yang kalian tekun menyembahnya?', kritik dimulai dengan pertanyaan dasar yang mengundang refleksi, bukan langsung menyerang atau menghakimi.
Penjelasan pilihan kata
'Tekun menyembah' (aakifuun): akar yang sama dengan kelekatan kaum Musa pada anak sapi di 20:91/97, kini dipakai untuk kelekatan kaum Ibrahim pada patung-patung mereka.
Tafsiran
Pertanyaan pembuka Ibrahim ini bernada retoris dan menantang, bukan pertanyaan yang mencari informasi, melainkan tantangan terhadap kebiasaan yang sudah lama dijalankan tanpa dipertanyakan.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Ibrahim membuka dengan pertanyaan. Bukan celaan. Perkaranya dimulai dari hal yang paling sederhana.
- Kata yang dipakai tekun menyembah. Kata untuk yang tak beranjak. Yang dipersoalkan bukan penyembahannya saja, melainkan keterikatannya.
- Allah merekam ia menyapa bapaknya dan kaumnya bersama. Tanpa memisahkan. Yang paling dekat tak dikecualikan dari pertanyaannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-b-w, q-w-m, m-ts-l, '-k-f): tamaathiil diterjemahkan 'patung-patung' (akar m-ts-l); aakifuun diterjemahkan 'tekun menyembah (beriktikaf)' (akar '-k-f). gloss '(Ibrahim)' dibuang.