فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا إِلَّا كَبِيرًا لَهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ
Lalu ia menjadikan mereka hancur berkeping-keping, kecuali yang terbesar milik mereka, agar mereka kembali kepadanya.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًاfa-ja'alahum judzaadzanlalu ia menjadikan mereka hancur berkeping-keping
- إِلَّا كَبِيرًا لَهُمْillaa kabiiran lahumkecuali yang terbesar milik mereka
- لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَla'allahum ilayhi yarji'uunaagar mereka kembali kepadanya
Terjemahan per kata (8 kata)
- فَجَعَلَهُمْfa-ja'alahummaka Dia menjadikan mereka
- جُذَاذًاjudzaadzanhancur berkeping-keping
- إِلَّاillaakecuali
- كَبِيرًاkabiiranyang besar
- لَهُمْlahumbagi mereka
- لَعَلَّهُمْla'allahumagar mereka
- إِلَيْهِilayhikepadanya
- يَرْجِعُونَyarji'uunakembali
Inti bacaan
Tindakan simbolis yang cerdas: menghancurkan semua berhala kecuali yang terbesar, 'agar mereka kembali kepadanya', strategi yang dirancang untuk memancing pertanyaan dan konfrontasi langsung, membuka jalan bagi pembelajaran melalui pengalaman nyata.
Penjelasan pilihan kata
'Terbesar' (kabiiran) di sini menggambarkan ukuran fisik patung, berbeda dari penggunaan akar yang sama sebagai gelar takrif untuk Allah di tempat lain: sebuah penggunaan biasa untuk objek, bukan gelar ketuhanan.
Tafsiran
Ibrahim menyisakan satu patung terbesar dengan sengaja: sebuah jebakan yang dirancang untuk memancing kaumnya kembali bertanya kepadanya, mempersiapkan konfrontasi logis yang akan menyusul.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut ia menyisakan yang terbesar. Bukan menghancurkan semuanya. Yang tinggal dipilih dengan sengaja, dan pilihannya itu yang bicara.
- Tujuannya disebut agar mereka kembali kepadanya. Kepada yang tersisa. Yang dirancang bukan kerusakan, melainkan pertanyaan yang harus mereka ajukan sendiri.
- Yang lain Dia sebut hancur berkeping-keping. Tak berbentuk lagi. Perbandingan antara yang hancur dan yang utuh itu yang menyusun seluruh perdebatan sesudahnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.