قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ
Mereka berkata, “Kami mendengar seorang pemuda yang mencela mereka. Dia dipanggil dengan nama Ibrahim.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْqaaluu sami'naa fatan yadzkuruhummereka berkata, kami mendengar seorang pemuda yang mencela mereka
- يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُyuqaalu lahu ibraahiimudia dipanggil dengan nama Ibrahim
Terjemahan per kata (7 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- سَمِعْنَاsami'naakami mendengar
- فَتًىfatanseorang pemuda
- يَذْكُرُهُمْyadzkuruhummenyebut mereka
- يُقَالُyuqaaludikatakan
- لَهُlahubaginya
- إِبْرَاهِيمُibraahiimuIbrahim
Inti bacaan
Kesaksian orang lain: 'Kami mendengar seorang pemuda yang mencela mereka. dipanggil dengan nama Ibrahim', reputasi Ibrahim sebagai kritikus berhala sudah dikenal luas, menjadikannya tersangka utama secara otomatis.
Penjelasan pilihan kata
'Mencela' (yadzkuruhum) memakai akar dzikr, kini dalam facet menyebut-nyebut secara kritis: sejajar dengan penggunaan yang sama di 21:36 untuk mencela tuhan-tuhan.
Tafsiran
Kesaksian ini datang dari orang lain, bukan dari mereka yang langsung melihat kejadian: sebuah rantai informasi yang mengarahkan kecurigaan kepada Ibrahim berdasarkan reputasinya yang sudah dikenal.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam kesaksian itu berupa dengar-dengaran. Kami mendengar. Yang jadi dasar bukan penyaksian, melainkan kabar.
- Mereka menyebutnya seorang pemuda lebih dahulu, baru namanya. Berurutan. Usianya disebut sebelum orangnya, dan itu bagian dari keberatannya.
- Allah merekam mereka memakai kata dipanggil dengan nama. Bukan namanya Ibrahim. Kepastiannya pun mereka jaga jaraknya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.