قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَٰذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِنْ كَانُوا يَنْطِقُونَ

Ia menjawab, “Sebenarnya yang terbesar ini yang melakukannya. Maka tanyakanlah kepada mereka jika mereka dapat berbicara.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَٰذَاqaala bal fa'alahu kabiiruhum haadzaaia menjawab, sebenarnya yang terbesar ini yang melakukannya
  2. فَاسْأَلُوهُمْ إِنْ كَانُوا يَنْطِقُونَfa-s'aluuhum in kaanuu yanthiquunamaka tanyakanlah kepada mereka jika mereka dapat berbicara

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. بَلْbalbahkan
  3. فَعَلَهُfa'alahumelakukannya
  4. كَبِيرُهُمْkabiiruhumyang terbesar dari mereka
  5. هَٰذَاhaadzaaini
  6. فَاسْأَلُوهُمْfa-s'aluuhummaka tanyakanlah kepada mereka
  7. إِنْinjika
  8. كَانُواkaanuumereka adalah
  9. يَنْطِقُونَyanthiquunamereka berbicara

Inti bacaan

Jawaban cerdik Ibrahim: 'patung besar ini yang melakukannya. Tanyakanlah kepada mereka jika mereka dapat berbicara', strategi retoris brilian yang memaksa audiens menghadapi kontradiksi logis dalam keyakinan mereka sendiri tanpa perlu berdebat langsung.

Penjelasan pilihan kata

Jawaban Ibrahim ini bukan kebohongan yang dimaksudkan untuk dipercaya secara harfiah, melainkan argumen ironis yang menuntun kaumnya untuk menyadari sendiri absurditas bertanya kepada patung yang tidak bisa bicara.

Tafsiran

Jawaban ini adalah puncak strategi Ibrahim, dengan mengarahkan pertanyaan kembali kepada patung-patung itu sendiri, ia memaksa kaumnya menghadapi kenyataan yang selama ini mereka hindari: benda yang mereka sembah sama sekali tidak bisa merespons apa pun.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Ibrahim menyuruh mereka bertanya kepada patung yang terbesar. Bukan berdebat. Yang diminta memeriksa sendiri sesembahan mereka.
  • Ia menambahkan syarat: jika mereka dapat berbicara. Satu kalimat kecil. Di situlah seluruh perkaranya, dan mereka sendiri yang harus mengucapkan jawabannya.
  • Allah merekam jawabannya tanpa satu dalil pun. Cuma menunjuk keadaan. Yang paling meruntuhkan sebuah keyakinan kadang bukan bantahan, melainkan pertanyaan yang jawabannya sudah ada di depan mata.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.